POHON PEAR


==========
Sebuah kisah tentang seorang ayah yang memiliki 4 orang anak, ayah tersebut meminta anak-anaknya untuk pergi ke hutan melihat sebuah pohon pear dalam kurun waktu yang berbeda.
✔ Anak ke 1 pada bulan januari,
✔ anak ke 2 pada bulan april,
✔ anak ke 3 pada bulan juli,
✔ Anak ke 4 pada bulan oktober.
Setelah pulang dari hutan, masing-masing anaknya memberi laporan yang berbeda.

👨 Anak pertama, "Pohon pear adalah pohon yang merangas, jelek dan batangnya bengkok.
👩 Anak kedua,"Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan'.
👱 Anak ketiga, "Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum".
👧 Anak keempat "Pohon pear adalah pohon yang penuh dengan buah yang matang dan ranum".

Di akhir tahun, sang ayah berkata bahwa kepada keempatnya .
"Semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda".
Lalu sang ayah berpesan, "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa saja."
*LIHATLAH PROSES HIDUP SEBAGAI KESATUAN UTUH, ADA SUKA, DUKA, TAWA, TANGIS, SEDIH DAN BAHAGIA*
Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial atau apapun semacamnya.

Ingatlah, kita berharga di mata TUHAN.
Tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang beriman!
Kerjakan dengan ikhlas apa yang menjadi bagian kita.
Jika kita tidak bersabar ketika berada di Januari, maka kita akan kehilangan bulan April dan Juli yang menjanjikan harapan, lalu secara otomatis pula kita tidak akan menuai hasil di bulan Oktober.

"Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan".
Ya... Selalu ada harapan bagi orang yang mau terus bertahan dan berjuang.

Tetap semangat jaga silaturakhim

*Optimis dan selalu berpikir positif maka Sukses hidup bahagia telah menanti kehadiran kita bersama.....Aamiin..*

Happy

Arif Rahman Lubis:
Rahasia Kebahagiaan…

وصية ﺍﻟﺸﻨﻘﻴﻄﻲ لابنه :

Wejangan syekh Asy-Syinqithi kepada anaknya

"عن السعادة"

Rahasia Kebahagiaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ… ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ… ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: (ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)

Wahai ananda, ulangi terus membaca Al-Qur'an, jangan sampai melupakannya, hari kiamat kelak akan ada acara penghargaan tidak sama dengan acara-acara di dunia, oleh karena itu jangan sampai salah, padahal sudah disampaikan kepadamu "bacalah, naiklah dan tartilkanlah.."

جالس العلماء بعقلك

Duduklah bersama ulama dengan akalmu

وجالس الامراء بعلمك

Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك

Duduklah bersama teman dengan etikamu

وجالس أهل بيتك بعطفك

Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك

Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu

وكن جليس ربك بذكرك

Jadilah teman Allah dengan mengingat-NYA

وكن جليس نفسك بنصحك

Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dengan nasihatmu

لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا…

Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu, karena di langit ada yang mengapresiasinya

حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.

Kehidupan kita ibarat mawar, disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia, juga memiliki duri yang bikin kita tersakiti

ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!

Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu, meskipun kamu tidak ada daya

وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!

Sebaliknya apa yang bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu

لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.

Tidak seorangpun yang memliki sifat sempurna selain Allah, oleh karna itu berhentilah dari menggali aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..

Kesadaran itu pada akal, bukan pada usia, umur hanyalah bilangan harimu, sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu

كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.

Berlemah lembutlah ketika bicara dengan orang lain, setiap orang merasakan derita hidupnya masing-masing, sedangkan kamu tidak mengetahuinya

كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
"السعادة"
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.

Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi, kecuali KEBAHAGIAAN, justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yang lain.
Semoga bermanfaat...

Adversity Quotient

JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

By  : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi Allah yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".

#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".

#Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?

Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.

Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas mnyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.

Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.

Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri.

KERANJANG AIR & BACA ALQUR'AN_

Ada seorang remaja bertanya kepada
kakeknya:  
" Kakek, apa gunanya aku membaca Al-Qur'an, sementara aku tidak mengerti
arti dan maksud dari Al-Qur'an yg
kubaca ".
Lalu si kakek menjawabnya dg tenang:
" Cobalah ambil sebuah keranjang batu
ini dan bawa ke sungai, dan bawakan
aku sekeranjang air. "

Anak itu mengerjakan seperti yg
diperintahkan kakeknya, tapi semua air
yg dibawanya habis sebelum ia
sampai di rumah.
Kakeknya berkata :
"Kamu harus berusaha lebih cepat "
Kakek meminta cucunya kembali ke sungai. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi2 keranjangnya kosong (tanpa air)sebelum sampai di rumah.

Dia berkata kepada kakeknya:
"Tidak mungkin bisa membawa sekeranjang air. Aku ingin menggantinya dg ember ya?"
" Aku ingin sekeranjang air, bukan dg ember " Jawab kakek.

Si anak kembali mencoba, dan berlari lebih cepat lagi. Namun tetap gagal juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.

"Kakek…ini tidak ada gunanya. Sia2 saja. Air pasti akan habis di jalan sebelum sampai di rumah "

Kakek menjawab, "Mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik2 apa yg terjadi dg keranjang itu "

Anak itu memperhatikan keranjangnya, dan ia baru menyadari bahwa keranjangnya yg tadinya kotor
berubah menjadi sebuah keranjang yg BERSIH, luar dan dalam.

 Cucuku, apa yg terjadi ketika kamu membaca Al Qur'an? Boleh jadi kamu tidak mengerti sama sekali. Tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu sadari
kamu akan berubah, luar dan dalam.
Itulah kasih sayang Allah dlm mengubah kehidupanmu..

Saudaraku...
Tidak ada yg sia2 ketika kita membaca Al Qur'an.
Mari kita lebih sering lagi membacanya.
Meski tanpa tahu artinya, namun tentu  tetap berusaha untuk memahami artinya.

"ALLAHUMMA Ya Allah rahmatilah hidup
kami dg Al-Qur'an, dan jadikanlah Al-Qur'an itu imam, cahaya, hidayah   dan
rahmat untuk kami dan keluarga
kami..Aamiin"

_SELAMAT MEMBACA AL-QUR'AN..._

Kangen Water

*Kita dan Muadzin*

Bisnis Kangen Water

Suara adzan terdengar jelas, padahal belum subuh. Suaranya pasti bukan hanya saya yang mendengar, tapi ratusan bahkan mungkin ribuan orang.

Bila dari seribu yang mendengar lantunan adzan, 10 orang aja yang kemudian terbangun karenanya, lalu 2 yang memutuskan qiyamullail, artinya si muadzin ikut mendapat pahala qiyamullail dari 2 orang itu.

Bagaimana kalau dari seribu itu, 100 yang mendengar, 50 yang bangun, dan 10 yang qiyamullail? Pahalanya tentu lebih banyak lagi.

Bukan apa-apa, *di salat malam inilah tidak ada penghalang antara hamba dan Sang Pencipta*. Apa yang diminta hamba, PASTI dikabulkan atau ditukar dengan yang jauh lebih baik.

Sayangnya tulisan ini tidak membahas tentang faedah shalat malam, melainkan "kerjaan" muadzin yang membangunkan orang lewat pengeras suara.

Dia adzan bukan untuk membangunkan dan dia pun tidak akan kecewa atau jadi menderita seandainya tidak ada yang bangun seorang pun. Dia melakukan adzan jauh sebelum subuh hanyalah "tugas" dari Allah seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Tapi, pekerjaannya justru membantu orang-orang yang sudah punya niat shalat malam untuk bangun sebelum subuh. Atau malah, membangunkan orang sehingga jadi niat untuk shalat malam.

Apa pun itu, pointnya adalah "melakukan tanpa harapan, sekedar menjalankan sunnah Rasulullah SAW".

Saat saya edukasi, seorang prospek ternyata berlatar belakang bisnis properti online. Dia bernaung dibawah sebuah agency yang secara rutin memberikan pelatihan gratis internet marketing untuk seluruh agennya.

Katanya, _*"bisnis online gak butuh kemahiran internet. Cukup rajin aja, rajin posting. Nanti juga ada yang nyangkut."*_

Logika saya, dari -katakanlah- 100 postingan iklan per bulan, yang baca ada 10 orang. Lalu yang minat ada 1 orang. Bila dia rutin melakukan itu dalam 3 bulan, artinya ada 3 yang minat. Wajar kalau menghasilkan closing 1.

Logika angka ini juga dipakai oleh seorang tukang bengkel tambal ban dalam mencari lokasi bengkelnya. Saya pernah diberhentikan seseorang saat naik motor yang ternyata mau numpang, dia tukang bengkel tambal ban.

Dia cerita, untuk menentukan lokasi tambal ban, lihat berapa motor per hari yang lewat situ. Cek tiap waktu, misal pagi, siang, sore, dan malam. Logikanya, dari 100 yang lewat, setidaknya ada 1 yang butuh jasa bengkel.

Sekarang, tinggal hitung 100 motor yang lewat dalam durasi berapa lama? 30 menit kah? 1 jam kah? Atau malah lebih lama lagi. Semakin singkat, tentu semakin besar peluang lakunya yang artinya semakin tinggi biaya sewa.

_(Kebayang kan kalau pasang ranjau paku, tentu semakin banyak yang butuh bantuan hi...hi... Naudzubillah, semoga semakin banyak tukang tambal ban yang sadar bahaya makan uang haram)._

Dengan kata lain, *sukses tidak cukup dengan menjadi ahli.* Seseorang butuh "permainan angka" agar menghasilkan. Permainan angka itu bernama "menambah kuantitas"'alias *R A J I N.*

Sekarang mari kita pulang ke rumah dan lihatlah mesin Kangen Water yang menghiasi salah satu sudut rumah kita.

_*Berapa banyak orang yang sudah mengkonsumsi Kangen Water dari mesin ini?*_

_*Berapa banyak orang yang sudah diedukasi, didemokan, serta dijelaskan marketing plannya?*_

_*Berapa banyak yang dipromosikan ke Kangen Gathering?*_

_*Berapa banyak yang di follow up?*_

_*Berapa banyak yang memutuskan join dengan membeli mesin?*_

Tentu angka-angka itu semakin mengerucut. Tapi kita tahu, bila ingin memperbesar angka di akhir, tentu jauh lebih perbesar lagi angka di awal.

Atau,

Bila ingin memperbesar angka di "jumlah yang membeli mesin" maka perbesarlah angka orang yang "mengkonsumsi Kangen Water dari mesin sendiri."

Hampir sama dengan tukang bengkel dan muadzin, kita tak mengendalikan siapa yang akan beli mesin. Sama seperti bengkel yang tidak mengendalikan siapa yang akan mampir menambal ban.
Pun muadzin, tidak peduli siapa yang bangun pagi itu.

Tugas kita hanyalah memastikan *"benar dalam proses dan hitungan angkanya".* Masalah hasil sudah wilayah Allah SWT. Pasrahkan saja.

Tidak perlu iri dengan pencapaian orang lain, fokus kita bukan pada hasil orang lain, melainkan proses diri sendiri.

Saya cukup salut kepada salah satu tim saya yang belum punya mesin tapi memutuskan untuk membuat Kangen Gathering dimana ia menjadi pembicaranya.

Katakanlah dari 20 undangan menghasilkan angka kehadiran 3 orang. Gak masalah, tingkatkan angka yang diundang, agar meningkatkan jumlah yang datang, otomatis peluang yang join jauh lebih besar.

Tapi sekali lagi, *tak perlu menderita bila tidak ada yang bangun subuh,  eh join. Anggap saja kita muadzin yang memanggil orang untuk sehat dan sejahtera.*

Biarkan Allah yang menyampaikan seruan kita kepada orang-orang yang tepat. Pada hakikatnya, bangun sebelum subuh pun bukan karena mendengar suara adzan, tapi karena kuasa Allah.

Bila Allah mencintai seseorang, DIA akan "mengajak bertemu" hambaNya di sepertiga malam. Duhai hamba Allah, adakah diantara kita yang beruntung dicintaiNya dini hari tadi?

Adakah diantara kita yang ingin menjadi hamba yang dicintaiNya? Yuk niatkan bangun malam dan dengarkan lantunan adzan sebelum subuh, lalu dirikan shalat qiyamullail.

Disinilah tak ada batas antara hamba dan Sang Pencipta. Inilah rahasia sukses bisnis kita.

Wallahu a'lam

_Depok, 7 Oktober 2016_

*Ahmad Sofyan Hadi*

*#KAT*
*#ASSYST*

#Filosofi Jawa

SEMBILAN FILOSOFI JAWA

*1. URIP IKU URUP*
"Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik"
*2. MEMAYU HAYUNING BAWANA*
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak
*3. SURO DIRO JOYO JAYADININGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI*
"Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar"
*4. NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPO NGASORAKE, SEKTI TANPO AJI-AJI, SUGIH TANPO BONDHO*
"Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan"
*5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KALANGAN*
"Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu"
*6. OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN*
"Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja"
*7. OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN*
"Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi"
*8. OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, OJO CIDRA MUNDAK CILAKA*
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka
*9. OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO*
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.
*Semoga Bermanfaat*

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan