banner

ADSTERRA

banner

S.A.H.A.B.A.T.?"

Yang mengajakmu makan malam di cafe?

Yang membeli tiket untuk nonton bareng?

Yang nangis bareng ketika nonton konser?

Yang selalu berada disebelahmu ketika foto narsis

Yang mengirimkan sms: "jangan lupa mamam tiang eeaa.."

Yang mengunjungimu ketika dalam keadaan bete dan bosan?

Baiklah...
Mungkin itu adalah sahabat versi terbaik kita...
Namun dalam Al-Quran ALLAH ﷻ menjelaskan, manusia yang pantas disebut sahabat dan saudara adalah "Yang membantumu dalam kebaikan dan menasehatimu dalam keburukan serta bersabar didalamnya ...."

Maka ... hitunglah baik baik ...

siapa yang mengajak kita sholat berjamaah,
siapa yang memberikan contoh kita melakukan kebaikan,
siapa yang menasehati jika kita berbuat salah,
siapa yang menjawab kegalauan kita,
siapa yang mencegah kita berbuat maksiat,
siapa yang marah bila kita berkhalwat atau sekedar ikhtilat.

Bila ternyata tidak ada seorangpun yang melakukannya kepada kita, sungguh-sungguh malang sekali nasib kita selama ini ...

#Karena ternyata ... kita tidak memiliki sahabat seorangpun walau kita berfikir telah memilikinya ...

Pesan singkat.......Ust. Abu Zaidan Agus Hendra حفظه الله تعالى

"Pandai-pandailah Dalam Bersahabat"

Jalan Hidup

Untuk Ayah.

Re: Bahagia Menjadi Keluarga Allah Subhanahu Wa Ta'Ala.... Mulia Di Dunia dan Akhirat.....

Hari ini adalah Hari yang Paling membahagiakan bagi Bapak/ Ibu Semua, 
                          Karena Bapak/ibu Akan menjadi Keluarga Allah Subhanahu Wa Ta'Ala.

 

Dari Abu Hurairah Radhiallahu  'Anhu  berkata, Rasulullah Shallallahu  'Alaihi  Wa Sallam  bersabda, "Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan" (HR. Tirmidzi)

 

Hafizh Qur'an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi.  Sungguh sebuah nikmat yang tiada terkira ketika kita menjadi Keluarga Allah Subhanahu Wa Ta'Ala, bisa menjadi bagian dari Keluarga Allah, hidup bersama dengan keluarga Allah.

 

"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia", para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?"  Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

 

Sebuah Kebahagiaan ketika kita bisa hidup bersama dengan keluarga Allah saling membantu dan menolong bersama mereka. Guna merealisasikan Program Akademi Huffazh Indonesia, Kami berharap bapak/ibu dapat bahagia bersama kami untuk berbagi menjadi donatur untuk program peradaban ini.

Sebuah Kebahagiaan ketika kita bisa bersama sama mengajak masyarakat Indonesia untuk merealisasikan Program Akademi Huffazh Indonesia mencetak generasi Qur'ani.

 

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedrkitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu." (Riwayat Muslim)



Untuk Itu Kami mengajak Bapak Ibu Untuk menjadi Bagian Dari Keluarga Allah Subhanahu wa Ta'ala, Baik dengan menjadi Donatur maupun dengan membantuk kami Untuk Mem-broadcast/ Mem-forward ( Menyebarkan Informasi Ini ) Kepada Saudara, Keluarga dan Sahabat...



Berikut kami Lampirkan Juga Proposalnya...


Jazakumullah Khoiron Katsiron

CINTA dan PERSAUDARAAN

Allah menguji pada kelemahan hambaNya - Sebait Catatan Nasihat 
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah.
"Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah"



Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.
Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.

Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang,
tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. 

terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini.
 Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat.

Sungguh teramat merugi... 
mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dlm dakwah ilallah, 
tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. 
Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah..

Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan 'manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar 
dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

Memang... Dakwah ini berat... karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang :
1. Memiliki hati sekuat baja.
2. Memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.
3. Memiliki kekuatan yang berlipat.
4. Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi.
5. Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

Siapapun tak akan pernah bisa bertahan...
melalui jalan dakwah ini... 
mengarungi jalan perjuangan... 
kecuali dengan KESABARAN!!!

Karenanya... Tetaplah disini... dijalan ini...bersama kafilah dakwah ini. 
Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh... 
Sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya...tetaplah disini...

Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, 
karena telah banyak yang bergugugran karenanya.

Gandenglah selalu iman kemana saja kita melangkah, 
karena iman akan menjagamu setiap waktu. 
Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, 
jangan lah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri... 
karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam disamudra kehidupan...

Jika bersama dakwah saja... kau serapuh itu...
Bagaimana mungkin dengan seorang diri?? 
Sekuat apa kau jika seorang diri...???

SUPIR angkot dan PENUMPANG DERMAWAN.

Sdh beberapa kali baca,  tapi tetap indah dan menyentuh....
Suatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal  Baranangsiang, Bogor. 
Pengemudi angkot itu seorang anak muda. 
Didalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yg belum terisi.

Di tengah jalan, angkot-angkot saling mnyalip untuk berebut penumpang. 
Tapi ada pemandangan aneh. 
Di depan angkot yg kami tumpangi, ada seorang ibu dgn 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. 
Tiap ada angkot yg berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yg kami tumpangi berhenti, 
si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”. 
Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.”
 Sambil tersenyum, supir itu menjawab “gak papa Bu, naik saja”, 
ketika si Ibu tampak ragu2, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gak papa ..”


Saya terpesona dgn kebaikan Supir angkot yg masih muda itu, di saat jam sibuk 
dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, 
tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu & anak2nya.

Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan ini turun. 
Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. 
Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. 
Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4 ribu) 
Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya & 4 penmpang gratisan tadi. 
“Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu ...

Sore itu saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan2 kecil yg saya lihat. 
Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yg baik hati, & seorang penumpang yg budiman. 
Mereka saling mendukung untuk kebaikan.


antara JOGOKARIAN dan PALESTINA

Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina. 
Kami katakan pada beliau, "Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa 'Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?"

Beliau tersenyum. "Tidak begitu ya Ukhayya", ujarnya lembut.

 "Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu."

"Pada kurun awal", lanjut beliau, "Allah memilih Bangsa 'Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah 'Umawiyah, agama ini jaya.
Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka."

"Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah 'Abbasiyah. 
Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, 
bahkan banyak 'Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia."
"Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; 
Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya."

"Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk."

"Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; 'Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih."

"Ketika Daulah 'Aliyah 'Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini."

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. 
Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, 
dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. "Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, 
bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek", katanya sedikit tertawa,
 "Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini."


"Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka?
 Dulu para 'Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah 'Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye 
mereka menggulingkan Daulah 'Umawiyah. 

Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke", ujar beliau terkekeh.

"Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. 

Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam."

"Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. 
Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. 
Bersabar menanti kalian layak memimpin. 
Bersabar menanti kalian datang. 
Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah."

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. 

Ya Allah, 
tolong kami, 
kuatkan kami..

By Salim A Fillah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan