banner

ADSTERRA

banner

Hari Ayah Sedunia, Lucunya kakak



Kamu akan mendapati apa yg kamu cari

YOU WILL FIND WHAT YOU LOOK FOR

(Anda akan menemukan yang anda  cari)

Ada sebuah cerita yang beredar di sosmed dan beberapa messaging platform tentang seorang Ulama terkenal (sebut saja namanya Buya), yang pergi ke Amerika. Pulangnya beliau ditanya oleh seorang temannya.
"Pak, di Amerika ada pelacur nggak?"
"Nggak ada tuh.."
"Ah masak. Saya ke Mekah aja di sana ada Pelacur."
Dan sang Ulama menjawab, "Mungkin karena kita akan selalu menemukan apa yang kita cari"
Sambil menyindir mungkin bahwa temannya ke mana mana mencari pelacur. Tentu saja itu mungkin terkesan lucu tetapi tetap punya arti yang sangat "dalem".
By the way, humor memang salah satu tanda yang dimiliki oleh orang orang yang mempunyai kecerdasan tinggi.
Albert Einstein adalah orang yang sangat humoris padahal kita tahu betapa cerdasnya dia.
Ok... sekarang kita kembali kepada petuah bijak Ulama tersebut ..."Kamu akan menemukan apa yang kamu cari"

Ternyata kata kata itu sangat filosofis.

- Seorang teman saya terbelit hutang. 
Ternyata karena dia yang mencari hutang. (Nggak ada yang memaksa atau mengancam dia untuk berhutang).
- Seorang teman saya sakit paru paru karena sudah lama menjadi perokok berat. (Nggak ada yang memaksa dia untuk merokok).

Kamu mencari hutang, kamu akan terbelit hutang.
Kamu mencari rokok, kamu akan dapat kanker paru paru.

Apakah petuah itu hanya berlaku untuk yang negatif saya? Ternyata tidak.
Ternyata juga berlaku untuk yang positif.

- Teman saya terobsesi untuk memiliki rumah sendiri. Dia bersumpah pada ibunya tidak akan pulang ke kampung halamannya sebelum dia mempunyai 2 kunci (kunci rumah dan kunci mobil).
Dia bekerja keras siang malam dan akhirnya berhasil memiliki rumah dan mobil.
- Anak saya ingin mendapatkan beasiswa ke luar negeri ... dia bekerja keras untuk itu ... belajar banyak dan akhirnya mendapatkan beasiswanya ....

You will find what you are looking for.
Kita akan menemukan apa yang kita cari. 
Mau cari yang negatif (hutang, penyakit) kita akan menemukan yang negatif.
Mau cari yang positif (harta, kesuksesan, beasiswa), kita juga akan menemukan yang  positive.
The choice is yours.... easy kan?

Nah mumpung kita masih punya pilihan (entar kalau kita sudah mati, kita gak akan punya pilihan lagi), mari kita mencari yang positif: hidup yang bahagia, rumah tangga yang harmonis, anak anak yang sukses, karier (dan gaji) yang berkembang, promosi ... etc.
Karena... kalau kita mencari yang positif (dan kita bekerja keras) kita akan menemukan yang positif.
People will always find what they look for!

So go for it ...define something positive that you want to achieve, work hard for it and you will end up by finding it.

Terus bagaimana dong praktisnya untuk mencapai apa yang kita inginkan ....

Kita coba terapkan langkah langkah di bawah ini ...

1. Define Your Goals

Renungkan, pikirkan, tentukan apa yang ingin anda capai.
- karier
- kuliah
- financial
- .... etc
Jadikan itu obsesi yang ingin anda capai.

2. Define your Values

Jangan sampai "tujuan menghalalkan cara".
You define for yourself... what you want to achieve... but also ... HOW you will achieve them.
Tetapkan nilai nilai bagi anda sendiri. Jangan melanggar nilai nilai anda sendiri.
Nilai nilai itu akan membatasi antara apa yang boleh anda lakukan dengan anda yang tidak boleh anda lakukan.

3. Create the millestone

Bagi goal anda menjadi beberapa step. Dan di setiap step ciptakan millestone yang akan memudahkan anda mengukur apakah tahap itu sudah tercapai atau tidak, sehingga anda bisa memutuskan apakah anda sudah bisa move on to the next steps

4. Work Smart and Hard

I cannot emphasize enough. You have to work smart and hard to achieve your dream.
Jangan pernah terbuai dengan kata work smart not hard.
Yoi have to do both.
Anda harus bekerja keras secara cerdas untuk mencapai tujuan anda.

5. Surround yourself with positivity (environment, family, friends, hobbies)

Perjalanan mencapai tujuan anda sangat panjang. Ibaratnya mobil anda perlu bensin. Bensin dalam kehidupan anda adalah aura dan energy positive yang anda dapatkan dari teman teman anda, keluarga anda, lingkungan anda dan hobby anda.
Tapi ingat... be selective!
Harus benar benar memilih mereka yang memberikan energy positive. Jangan segan segan mengurangi frekwensi bertemu dengan teman teman atau bahkan keluarga yang memberikan energy negative kepada anda!

6. Measure and Reward yourself.

Secara periodic ukurlah pencapaian prestasi anda.
Dan berikanlah reward kepada anda sendiri atas pencapaian sukses anda (sekecil apapun itu).

Jadi ingat ... you will always find what you are looking for.

If you work hard... you will also find your own success..... dengan mencoba langkah langkah di bawah ini ...

1. Define Your Goals
2. Define your Values
3. Create the millestones
4. Work Smart and Hard
5. Surround yourself with positivity (environment, family, friends, hobbies)
6. Measure and Reward yourself.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Sayang anak

*Mencium Anak, Sunnah Nabi SAW*

"Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga." (HR. Bukhari)"
      
*4 Anggota Tubuh Anak Yang Perlu Dicium Orangtua Setiap Hari*

Mari lahirkan rasa kasih dalam diri anak-anak melalui sifat orang tua yang penyayang. 

Berikut ini adalah saran kami sebagai psikolog Islam yang sebaiknya diamalkan setiap hari terhadap anak-anak.

*CIUMAN KASIH SAYANG*

1. *Di ubun-ubun*, 
menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak sambil didoakan agar menjadi anak soleh/sholehah, aamiin.

2. *Di dahi*, 
menandakan orangtua redha atas keberadaan anak. 
Rasulullah s.a.w mencium Fatimah radiallahu anha di dahinya.

3. Di *kedua pipi*
sambil mengucap masya Allah, sebagai tanda _syauq_ (perasaan sayang dan rindu) orangtua terhadap anak.

4. *Di tangan anak*, 
tanda _mawaddah wa hubb_ (kasih sayang) sambil mengucap _barakallah_, sebagaimana Rasulullah s.a.w juga selalu mencium tangan putri tercinta : Fatimah r.a.

*SENTUHAN SAYANG*

1. *Menggosok belakang kepala anak*, sebagai tanda kasih sayang dan perlindungan.

2. *Menggosok atas kepala atau ubun-ubun*, menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak.

3. *Mengusap dahi*, sebagai tanda _syauq_ (perasaan sayang dan rindu) terhadap anak.

4. *Kedua pipi*, juga tanda _mawaddah wa hubb_ (kasih sayang)

5. *Memegang kedua tangan*, untuk menenangkan anak ketika perasaannya tampak kacau atau bingung.

*Perhatian* :
Usaplah dada anak sambil istighfar saat ia menunjukkan kecenderungan berbuat salah atau sedang marah, untuk menenangkannya.

Lakukan tindakan mawaddah warohmah ini diiringi kalimat2 thoyyibah.

*SUDAH KAH KITA CIUM ANANDA HARI INI?*🙏🏻🙏🏻☕❤

Dukunglah suamimu

*Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan orang tuanya.*

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai  satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ?

Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana :
Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, teruskan ke orang lain. 
Anda akan ikut berbahagia apabila orang yg tadinya susah menjadi sukses.

Delapan kalimat di bawah ini, adalah intisari kehidupan :

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleran, seberapa banyak pun teman nya, akhirnya akan sendirian.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat pun kerja nya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, dapat rejeki terus pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun tidak akan berusia panjang.

~Jangan tunggu, segera  bagikan motivasi yang bagus ini 😊👌

Bisnis mindset

*Inspirasi Kebangkitan Usaha dari Nilamsari*


Jakarta - Siapa yang tidak kenal Nilamsari, owner dan CEO PT Sari Kreasi Boga yang juga pemilik jaringan kebab turki merk Baba Rafi.
Sebagaimana pengusaha yang lain, jatuh bangun meretas usaha dan kehidupannya pun dialami oleh Nilamsari.

Hingga kisah terakhir sang tokoh, ternyata di balik jaringan bisnisnya yang menggurita  tersimpan tantangan berat yang harus dihadapi sang pemilik, Nilamsari dihadapkan pada sebuah keadaan yang memaksanya membuat keputusan berat terhadap bisnisnya, dilepas kepada orang lain atau tidak mungkin dipertahankan.

Usahanya mengalami  kerugian, hampir Rp 850juta per bulan kerugian yang diderita perusahaannya, karyawan beberapa kali melakukan demo karena gaji yang tidak terbayar, beberapa suplier kunci turun kepercayaannya. Perusahaan dalam krisis berat, yang menurut Nilamsari hanya bisa bertahan satu bulan setelah lebaran 2017 kemarin.

Krisis yang dihadapi Nilamsari tidak terlepas dari persoalan bertubi - tubi yang dihadapinya. Selain persoalan usaha, Nilamsari dihadapkan pada proses perceraiannya selama 2 tahun terakhir, juga Ibunya yang menderita leukimia.

Nilamsari yang seorang diri harus bertanggung jawab atas anak anaknya, orang tuanya, dan karyawannya menyadarkannya bahwa dia sebenarnya tidak memiliki pilihan, pilihannya hanya satu, dia harus segera menghadapi kenyataan dan bangkit mengambil tanggung jawab itu semua.

Keputusannya untuk bangkit membuat Nilamsari merasa diperjalankan dalam menemukan jawaban atas doa doanya, jawaban atas tekadnya untuk bangkit.

Tidak ada yang menyangka, setelah krisis berat selama 2 tahun, Nilamsari bisa bangkit secara dramatis dalam kurun waktu 6 (enam) minggu.

Tidak hanya semangat hidup yang kembali didapatkannya, kondisi perusahannya pun kini berubah 180 dejat. Nilamsari tidak pernah membayangkan perusahaannya seperti sebaik sekarang setelah perjalanan panjang 14 tahun membangun usaha.

Inilah inspirasi kebangkitan dari Nilamsari

*1) Bisnis bukan kontes popularitas*

Orang yang menjadikan bisnisnya untuk pamer kesuksesan akan berat hidupnya. Terlihat sukses itu berbeda dengan sukses. Kenyataannya membangun bisnis tidak mudah, bisa jatuh bangun. 

Nilam merasa ketemu dengan banyak orang yang mau membantunya mungkin karena dia tidak berusaha sok keren. 

*2) Hidup dengan* _*simplicity*_

Banyak perusahaan menderita _'big company syndrome'_.  Setiap pekerjaan dikerjakan oleh orang tersendiri. Perusahaan Nilam dulu di kantor ada 180 orang, Nilam menata ulang hingga tinggal sepertiganya saja dibanding yang dulu. Sekarang  perusahaan justru berjalan semakin lincah, semua persoalan cepat diketahui. _Fixed cost_ sangat rendah.
Nilam menyarankan bangunlah perusahaan dengan organisasi yang ramping, sedikit orang, semua sibuk, lakukan otomatisasi sehingga tidak perlu banyak orang. Itulah organisasi modern. Terus terang Nilam sendiri mengaku baru memahaminya ketika harus menyelamatkan  bisnis ini. 

*3) Menjadi* _*'hands ON learner'*_

Banyak orang percaya bahwa pebisnis yang hebat itu kalau kita bisa jalan jalan dan bisnis jalan sendiri. Bukan _*'In the business'*_ tapi _*'On the business'.*_

Menurutnya itu cuma kalimat yang indah tapi tidak mengandung kebenaran. Filosofi itu yang membuat Nilam tidak tahu apa yang terjadi di bawah. Nilam baru menyadari banyak departement yang selama ini Dia percaya sebagai mesin penghasil uang ternyata adalah penyumbang kerugian perusahaan. 

Jadilah _*'hands ON learner'*_, kita harus megang bener bisnis kita, tidak sekedar delegasi, tidak sekedar terima laporan. Dulu bahkan urusan uang dan check perusahaan Nilam serahkan kepada orang lain. 

Kalau mau tenang menjalankan bisnis, _*Hands ON!*_ Kalau kita hands-on terhadap bisnis kita, justru kita bisa jalan jalan tanpa khawatir.

*4) Support System*

Sekuat apapapun seseorang, dalam banyak hal dan dalam banyak kesempatan dia tidak mampu menghadapi persoalannya sendirian. Kita membutuhkan support system, yaitu orang orang yang selalu siap membantu disaat kita guncang, disaat kita hilang percaya diri, disaat kita perlu tangan orang lain untuk menyelesaikan persoalan kita. 

"Bersyukur akhirnya saya memiliki support system itu, mereka diantaranya adalah tim nya sendiri di perusahaan, orang tua saya, mentor bisnis saya dan teman teman dari Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) yang Allah datangkan kepada saya" ungkap Nilam.

Melihat halaman juz al quran dengan cepat dan tepat

CARA MUDAH MENCARI HALAMAN PERTAMA SETIAP JUZ DALAM AL-QUR'AN  

Kita ketahui kitab Al-Qur'an cukup tebal. Jika kita sedang membaca Al-Qur'an setiap hari dan perlu mencari Juz tertentu, maka utk membuka lembaran halaman demi halaman akan makan waktu, sedangkan kita maunya cepet ketemu, Juz ke sekian  berada di halaman berapa... 

Ini dia cara mudah dan cepat untuk mencari halaman Surat dlm Al-Qur'an..!!! 

Al-Qur'an merupakan warisan Rasulullah Saw buat kita semua sbg umatnya. 

Tips yg ingin kita share ini adalah cara mudah utk mencari Halaman Pertama Surat setiap Juz Al-Qur'an. 

Memang menakjubkan karena hanya dengan menggunakan formula matematik yg sederhana, kita bisa tahu halaman pertama surat untuk setiap juz Al-Quran. 

Mari kita coba sama-sama... 

Contoh 1: 

Jika Anda ingin mengetahui Juz 5 itu berada di halaman berapa? 
Caranya : 
5-1 = 4; 
Hasilnya (4 perlu dikalikan dengan 2 jadi 4 x 2 = 8); 
Letakkan angka 2 setelah jawaban tadi; Jadi, juz 5 berada pada halaman 82.

Sekarang lihat pada Al-Qur'an, betulkah Juz 5 itu berada pada halaman 82? Ternyata betul ! Menarik bukan? 

Contoh 2: 
Jika Anda ingin mengetahui Juz 10 itu berada di halaman berapa?

Caranya : 
10-1 = 9, 
Hasilnya (9 perlu dikalikan dengan 2 jadi 9 x 2 = 18). 
Letakkan angka 2 setelah jawaban tadi. Jadi, juz10 berada pada halaman 182.

Contoh 3: 
Jika Anda ingin mengetahui Juz 23 di halaman berapa? 

Caranya : 
23-1 = 22; 
Hasilnya (22 perlu dikalikan dengan 2 jadi 22 x 2 = 44) 
Letakkan angka 2 setelah jawaban tsb. Jadi, juz 23 berada pada halaman 442.

Subhanallah, menakjubkan bukan? 
Mari kita sama2 bagikan INFO PENTING INI kepada saudara2 seiman.
Semoga bermanfaat

Kompetensi ke2

A very nice article...
Silahkan siapkan plan B Anda.

*DELIVERING TODAY, PREPARING TOMORROW*
(written by Pambudi Sunarsihanto)

Namanya Hadi, seorang HR Director di sebuah Hotel di Bandung.
Pada saat saya berbicara di sebuah seminar di Universitas Parahyangan, dia bertanya,"Kenapa sih Pak, menurut Pak Pam saya harus belajar kompetensi kedua? Saya selama ini selalu focus pada satu bidang saja sebagai HR. Dan karena saya sangat fokus dan punya passion , maka karier saya pun berkembang pesat. Dan sekarang saya menjadi HR Director sebuah hotel ternama di Bandung. Mengapa saya harus belajar bidang lain pak? Bukankah itu akan mengurangi focus saya di bidang yang saya tekuni?"

Pertanyaan keren, dan saya sangat suka menjawabnya.
"Karena mas Hadi ...., you dont know if the job of HR Director will continue to exist in 5 or 10 yeas from now. Dan  kalau anda hanya focus pada belajar HR, apa yang akan anda lakukan pada saat job of HR Director will no longer exist? Menanging meraung-raung meratapi nasib kan? That's why you have to be prepared!"

Masak sih job of HR Director gak ada? Siapa yang akan ngurusi manusia? Memang pekerjaan akan dilakukan oleh monyet? Yes, di beberapa perkebunan di Malaysia monyet-monyet ditraining untuk mengambil kelapa di atas pohon. Mungkin di perusahaan itu kita gak perlu Director SDM (Sumber Daya Manusia), perlunya Director Sumber Daya Monyet. Oke , saya bercanda.
But ada pabrik yang sudah mampu bekerja dengan hanya menggunakan 6 pekerja sementara pabrik sejenis menggunakan 1000 pekerja. Lho, memangnya perlu Director HR kalau hanya untuk ngurusin 6 pekerja.
Mungkin di pabrik itu kita perlunya Director SDM (Sumber Daya Mesin), which is Director of Technology.

Di Perancis dan di Eropa , sudah belasan tahun berdiri chain hotel Formule 1, di mana di setiap hotel hanya ada 1 karyawan saja untuk menjaga security. Semuanya dijalankan oleh mesin. Check in digital dengan bar-code, makan pagi dengan vending machine, cleaning service hanya datang 1, jam dalam sehari. Tentu saja hotel itu tidak memerlukan HR Director buat ngurusin satu security staff.
Saya bukan mau menakut-nakutin, tetapi resiko itu ada dan sebaiknya kita bersiap-siap!

So, mas Hadi, apapun pekerjaan anda sekarang, gak ada jaminan bahwa job anda akan terus ada di masa depan? Apakah saya harus mengulang cerita ini:
- Teller bank yang mungkin akan kehilangan pekerjaan karena pelanggan lebih suka ke ATM?
- Lulusab Teknik Perminyakan yang kebingungan cari kerja karena krisis di industri oild and gaz
- Operator Telepon Taxi yang akan kehilangan pekerjaan karena pelanggan akan menggunakan aplikasi online
- Insinyur Kimia di Kodak yang kehilangan pekerjaan karena tidak banyak lagi yang mencetak foto!

Jadi seperti halnya perusahaan yang tidak akan pernah mendapat jaminan bahwa product dan servicenya akan selalu berjaya di market, seorang individu pun tidak akan mendapatkan perasaan aman itu.
Pekerjaan apapun selalu ada resiko bahwa ternyata suatu saat tidak akan relevant lagi.
Di Amerika sudah ada on-line system yang memberikan opini hukum (para lawyer mau ke mana?).
Di Jepang sudah ada system yang menganalisa air kencing di toilet anda, mengirimkan hasilnya dengan Internet wifie ke online system,
dianalisa dan obatnya langsung dikirim pakai delivery 24 jam (dokter-dokternya mau ke mana?).
Dan bank-bank international sudah menggunakan software artificial intelligence untuk meramal harga saham (analyst nya harus cari kerja di mana?)

Mas Hadi yang baik, kita tidak bisa lagi hanya menekuni satu bidang saja. Karena anda tidak tahu apakah bidang yang anda tekuni akan terus menerus diperlukan di masa depan!
Jadi bagaimana dong?

_*Deliver Today, Preparing Tomorrow!*_

Berarti kita tetap harus perform maximal di pekerjaan kita sekarang sambil mempersiapkan kompetensi kedua untuk masa depan.

Hidup bukan lagi memegang satu bola dan bermain dengan bola itu seumur hidup kita.
Hidup pada saat ini adalah juggling dengan dua atau tiga bola sekaligus, sehingga kalaupun ada bola yang jatuh, kita masih mempunyai satu atau dua bola di tangan yang kita jadikan sebagai andalan!

_*Deliver today's objective, while preparing tomorrow's uncertainty!*_

Kita bisa melakukan lima langkah di bawah ini ....

*1. Continue to sharpen your shaw in your field*

Kompetisi  berjalan terus. You still have to be the best at what you do now. Jadi tetap terus menerus belajar dan meningkatkan kompetensi di bidang yang sekarang kita tekuni dan tempat kita mencari nafkah. Belajar dari buku, majalah, cari orang yang bisa menjadi coach atau mentor, dan cari pekerjaan di kantor (short assignment) yang akan membuat anda bertambah kompetensinya.

*2. Unleash your hidden potential*

Cari area lain yang mungkin bisa anda kembangkan.
Ibaratnya anda selalu menulis pakai tangan kanan, siapa tahu ada yang bisa anda lakukan dengan tangan kiri.
Kalau anda sudah lama mengerjakan finance, siapa tahu ada hal lain yang bisa anda kembanhkan.
Saya dulu pindah dari project management ke HRD.
Teman saya pindah dari IT ke Sales.
Cari bidang lain yang sesuai dengan passion anda, dan belum pernah anda kembangkan selama ini.

*3. Develop your competence in other area*

Mulailah belajar mengembangkan kompetensi anda dalam bidang yang baru . Belajar dari buku, majalah, cari
orang yang bisa menjadi coach atau mentor, dan cari pekerjaan di kantor (short assignment) yang akan membuat anda bertambah kompetensinya.

*4. Read, observe and learn*

Selalu membaca dan mengikuti trend. Bidang apa, industry apa yang akan terdesak oleh "substitutes", dan bidang dan industry mana yang akan semakin berjaya di masa depan.
Semakin cepat anda tahu semakin baik!

*5. Be prepared to switch from one career to another, from one company to another or from one industry to another!*

_You are not married to your job. You are not married to your company._
_Be prepared mentally. Ikuti trend dan bersiap siaplah untuk switch your career from your current job to another,_ dan semoga anda sudah siap sekarang !


Selamat mencoba menerapkan.
Saya yakin suatu saat hal hal di atas bisa menyelamatkan karier anda dan hidup anda.


Salam Hangat

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan