Dukunglah suamimu

*Seorang pria yg tidak lulus ujian masuk universitas, di nikahkan orang tuanya.*

Untuk mendapat penghasilan, ia pun melamar menjadi guru sekolah dasar dan mulai mengajar. Karena tidak punya pengetahuan mengajar, belum sampai  satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan.

Setibanya di rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada pula yang tidak bisa. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."

Kemudian ia melamar dan melakukan pekerjaan lain, namun dipecat juga karena geraknya lambat.

Saat itu sang istri berkata : kegesitan kaki - tangan setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Ia pun bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun yg berhasil, semua gagal di tengah jalan.

Namun demikian, tiap kali pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.

Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.

Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.

Akhirnya ia menjadi boss yang memiliki kekayaan berlimpah.

Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, kenapa ketika masa depan nya masih suram, engkau tetap begitu percaya kepada ku ?

Jawaban sang istri ternyata sangat polos dan sederhana :
Sebidang tanah yg tidak cocok ditanami gandum, bisa dicoba untuk ditanami kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, coba tanami buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam, pasti bisa berbunga, karena pada sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, pasti bisa menghasilkan panen dari nya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia mengeluarkan air mata terharu.... Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul.

Semua prestasi dirinya, adalah berkat keajaiban bibit unggul yang kokoh hingga bertumbuh kembang jadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yg hanya sekedar sampah, dia hanya tidak berada di posisi yang tepat.

Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, teruskan ke orang lain. 
Anda akan ikut berbahagia apabila orang yg tadinya susah menjadi sukses.

Delapan kalimat di bawah ini, adalah intisari kehidupan :

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

2. Orang yang tidak bisa toleran, seberapa banyak pun teman nya, akhirnya akan sendirian.

3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.

4. Orang yang tidak bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat pun kerja nya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

6. Orang yang tidak bisa menabung, dapat rejeki terus pun tidak akan bisa menjadi kaya.

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bahagia.

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, berobat terus pun tidak akan berusia panjang.

~Jangan tunggu, segera  bagikan motivasi yang bagus ini ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘Œ

Bisnis mindset

*Inspirasi Kebangkitan Usaha dari Nilamsari*


Jakarta - Siapa yang tidak kenal Nilamsari, owner dan CEO PT Sari Kreasi Boga yang juga pemilik jaringan kebab turki merk Baba Rafi.
Sebagaimana pengusaha yang lain, jatuh bangun meretas usaha dan kehidupannya pun dialami oleh Nilamsari.

Hingga kisah terakhir sang tokoh, ternyata di balik jaringan bisnisnya yang menggurita  tersimpan tantangan berat yang harus dihadapi sang pemilik, Nilamsari dihadapkan pada sebuah keadaan yang memaksanya membuat keputusan berat terhadap bisnisnya, dilepas kepada orang lain atau tidak mungkin dipertahankan.

Usahanya mengalami  kerugian, hampir Rp 850juta per bulan kerugian yang diderita perusahaannya, karyawan beberapa kali melakukan demo karena gaji yang tidak terbayar, beberapa suplier kunci turun kepercayaannya. Perusahaan dalam krisis berat, yang menurut Nilamsari hanya bisa bertahan satu bulan setelah lebaran 2017 kemarin.

Krisis yang dihadapi Nilamsari tidak terlepas dari persoalan bertubi - tubi yang dihadapinya. Selain persoalan usaha, Nilamsari dihadapkan pada proses perceraiannya selama 2 tahun terakhir, juga Ibunya yang menderita leukimia.

Nilamsari yang seorang diri harus bertanggung jawab atas anak anaknya, orang tuanya, dan karyawannya menyadarkannya bahwa dia sebenarnya tidak memiliki pilihan, pilihannya hanya satu, dia harus segera menghadapi kenyataan dan bangkit mengambil tanggung jawab itu semua.

Keputusannya untuk bangkit membuat Nilamsari merasa diperjalankan dalam menemukan jawaban atas doa doanya, jawaban atas tekadnya untuk bangkit.

Tidak ada yang menyangka, setelah krisis berat selama 2 tahun, Nilamsari bisa bangkit secara dramatis dalam kurun waktu 6 (enam) minggu.

Tidak hanya semangat hidup yang kembali didapatkannya, kondisi perusahannya pun kini berubah 180 dejat. Nilamsari tidak pernah membayangkan perusahaannya seperti sebaik sekarang setelah perjalanan panjang 14 tahun membangun usaha.

Inilah inspirasi kebangkitan dari Nilamsari

*1) Bisnis bukan kontes popularitas*

Orang yang menjadikan bisnisnya untuk pamer kesuksesan akan berat hidupnya. Terlihat sukses itu berbeda dengan sukses. Kenyataannya membangun bisnis tidak mudah, bisa jatuh bangun. 

Nilam merasa ketemu dengan banyak orang yang mau membantunya mungkin karena dia tidak berusaha sok keren. 

*2) Hidup dengan* _*simplicity*_

Banyak perusahaan menderita _'big company syndrome'_.  Setiap pekerjaan dikerjakan oleh orang tersendiri. Perusahaan Nilam dulu di kantor ada 180 orang, Nilam menata ulang hingga tinggal sepertiganya saja dibanding yang dulu. Sekarang  perusahaan justru berjalan semakin lincah, semua persoalan cepat diketahui. _Fixed cost_ sangat rendah.
Nilam menyarankan bangunlah perusahaan dengan organisasi yang ramping, sedikit orang, semua sibuk, lakukan otomatisasi sehingga tidak perlu banyak orang. Itulah organisasi modern. Terus terang Nilam sendiri mengaku baru memahaminya ketika harus menyelamatkan  bisnis ini. 

*3) Menjadi* _*'hands ON learner'*_

Banyak orang percaya bahwa pebisnis yang hebat itu kalau kita bisa jalan jalan dan bisnis jalan sendiri. Bukan _*'In the business'*_ tapi _*'On the business'.*_

Menurutnya itu cuma kalimat yang indah tapi tidak mengandung kebenaran. Filosofi itu yang membuat Nilam tidak tahu apa yang terjadi di bawah. Nilam baru menyadari banyak departement yang selama ini Dia percaya sebagai mesin penghasil uang ternyata adalah penyumbang kerugian perusahaan. 

Jadilah _*'hands ON learner'*_, kita harus megang bener bisnis kita, tidak sekedar delegasi, tidak sekedar terima laporan. Dulu bahkan urusan uang dan check perusahaan Nilam serahkan kepada orang lain. 

Kalau mau tenang menjalankan bisnis, _*Hands ON!*_ Kalau kita hands-on terhadap bisnis kita, justru kita bisa jalan jalan tanpa khawatir.

*4) Support System*

Sekuat apapapun seseorang, dalam banyak hal dan dalam banyak kesempatan dia tidak mampu menghadapi persoalannya sendirian. Kita membutuhkan support system, yaitu orang orang yang selalu siap membantu disaat kita guncang, disaat kita hilang percaya diri, disaat kita perlu tangan orang lain untuk menyelesaikan persoalan kita. 

"Bersyukur akhirnya saya memiliki support system itu, mereka diantaranya adalah tim nya sendiri di perusahaan, orang tua saya, mentor bisnis saya dan teman teman dari Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) yang Allah datangkan kepada saya" ungkap Nilam.

Melihat halaman juz al quran dengan cepat dan tepat

CARA MUDAH MENCARI HALAMAN PERTAMA SETIAP JUZ DALAM AL-QUR'AN  

Kita ketahui kitab Al-Qur'an cukup tebal. Jika kita sedang membaca Al-Qur'an setiap hari dan perlu mencari Juz tertentu, maka utk membuka lembaran halaman demi halaman akan makan waktu, sedangkan kita maunya cepet ketemu, Juz ke sekian  berada di halaman berapa... 

Ini dia cara mudah dan cepat untuk mencari halaman Surat dlm Al-Qur'an..!!! 

Al-Qur'an merupakan warisan Rasulullah Saw buat kita semua sbg umatnya. 

Tips yg ingin kita share ini adalah cara mudah utk mencari Halaman Pertama Surat setiap Juz Al-Qur'an. 

Memang menakjubkan karena hanya dengan menggunakan formula matematik yg sederhana, kita bisa tahu halaman pertama surat untuk setiap juz Al-Quran. 

Mari kita coba sama-sama... 

Contoh 1: 

Jika Anda ingin mengetahui Juz 5 itu berada di halaman berapa? 
Caranya : 
5-1 = 4; 
Hasilnya (4 perlu dikalikan dengan 2 jadi 4 x 2 = 8); 
Letakkan angka 2 setelah jawaban tadi; Jadi, juz 5 berada pada halaman 82.

Sekarang lihat pada Al-Qur'an, betulkah Juz 5 itu berada pada halaman 82? Ternyata betul ! Menarik bukan? 

Contoh 2: 
Jika Anda ingin mengetahui Juz 10 itu berada di halaman berapa?

Caranya : 
10-1 = 9, 
Hasilnya (9 perlu dikalikan dengan 2 jadi 9 x 2 = 18). 
Letakkan angka 2 setelah jawaban tadi. Jadi, juz10 berada pada halaman 182.

Contoh 3: 
Jika Anda ingin mengetahui Juz 23 di halaman berapa? 

Caranya : 
23-1 = 22; 
Hasilnya (22 perlu dikalikan dengan 2 jadi 22 x 2 = 44) 
Letakkan angka 2 setelah jawaban tsb. Jadi, juz 23 berada pada halaman 442.

Subhanallah, menakjubkan bukan? 
Mari kita sama2 bagikan INFO PENTING INI kepada saudara2 seiman.
Semoga bermanfaat

Kompetensi ke2

A very nice article...
Silahkan siapkan plan B Anda.

*DELIVERING TODAY, PREPARING TOMORROW*
(written by Pambudi Sunarsihanto)

Namanya Hadi, seorang HR Director di sebuah Hotel di Bandung.
Pada saat saya berbicara di sebuah seminar di Universitas Parahyangan, dia bertanya,"Kenapa sih Pak, menurut Pak Pam saya harus belajar kompetensi kedua? Saya selama ini selalu focus pada satu bidang saja sebagai HR. Dan karena saya sangat fokus dan punya passion , maka karier saya pun berkembang pesat. Dan sekarang saya menjadi HR Director sebuah hotel ternama di Bandung. Mengapa saya harus belajar bidang lain pak? Bukankah itu akan mengurangi focus saya di bidang yang saya tekuni?"

Pertanyaan keren, dan saya sangat suka menjawabnya.
"Karena mas Hadi ...., you dont know if the job of HR Director will continue to exist in 5 or 10 yeas from now. Dan  kalau anda hanya focus pada belajar HR, apa yang akan anda lakukan pada saat job of HR Director will no longer exist? Menanging meraung-raung meratapi nasib kan? That's why you have to be prepared!"

Masak sih job of HR Director gak ada? Siapa yang akan ngurusi manusia? Memang pekerjaan akan dilakukan oleh monyet? Yes, di beberapa perkebunan di Malaysia monyet-monyet ditraining untuk mengambil kelapa di atas pohon. Mungkin di perusahaan itu kita gak perlu Director SDM (Sumber Daya Manusia), perlunya Director Sumber Daya Monyet. Oke , saya bercanda.
But ada pabrik yang sudah mampu bekerja dengan hanya menggunakan 6 pekerja sementara pabrik sejenis menggunakan 1000 pekerja. Lho, memangnya perlu Director HR kalau hanya untuk ngurusin 6 pekerja.
Mungkin di pabrik itu kita perlunya Director SDM (Sumber Daya Mesin), which is Director of Technology.

Di Perancis dan di Eropa , sudah belasan tahun berdiri chain hotel Formule 1, di mana di setiap hotel hanya ada 1 karyawan saja untuk menjaga security. Semuanya dijalankan oleh mesin. Check in digital dengan bar-code, makan pagi dengan vending machine, cleaning service hanya datang 1, jam dalam sehari. Tentu saja hotel itu tidak memerlukan HR Director buat ngurusin satu security staff.
Saya bukan mau menakut-nakutin, tetapi resiko itu ada dan sebaiknya kita bersiap-siap!

So, mas Hadi, apapun pekerjaan anda sekarang, gak ada jaminan bahwa job anda akan terus ada di masa depan? Apakah saya harus mengulang cerita ini:
- Teller bank yang mungkin akan kehilangan pekerjaan karena pelanggan lebih suka ke ATM?
- Lulusab Teknik Perminyakan yang kebingungan cari kerja karena krisis di industri oild and gaz
- Operator Telepon Taxi yang akan kehilangan pekerjaan karena pelanggan akan menggunakan aplikasi online
- Insinyur Kimia di Kodak yang kehilangan pekerjaan karena tidak banyak lagi yang mencetak foto!

Jadi seperti halnya perusahaan yang tidak akan pernah mendapat jaminan bahwa product dan servicenya akan selalu berjaya di market, seorang individu pun tidak akan mendapatkan perasaan aman itu.
Pekerjaan apapun selalu ada resiko bahwa ternyata suatu saat tidak akan relevant lagi.
Di Amerika sudah ada on-line system yang memberikan opini hukum (para lawyer mau ke mana?).
Di Jepang sudah ada system yang menganalisa air kencing di toilet anda, mengirimkan hasilnya dengan Internet wifie ke online system,
dianalisa dan obatnya langsung dikirim pakai delivery 24 jam (dokter-dokternya mau ke mana?).
Dan bank-bank international sudah menggunakan software artificial intelligence untuk meramal harga saham (analyst nya harus cari kerja di mana?)

Mas Hadi yang baik, kita tidak bisa lagi hanya menekuni satu bidang saja. Karena anda tidak tahu apakah bidang yang anda tekuni akan terus menerus diperlukan di masa depan!
Jadi bagaimana dong?

_*Deliver Today, Preparing Tomorrow!*_

Berarti kita tetap harus perform maximal di pekerjaan kita sekarang sambil mempersiapkan kompetensi kedua untuk masa depan.

Hidup bukan lagi memegang satu bola dan bermain dengan bola itu seumur hidup kita.
Hidup pada saat ini adalah juggling dengan dua atau tiga bola sekaligus, sehingga kalaupun ada bola yang jatuh, kita masih mempunyai satu atau dua bola di tangan yang kita jadikan sebagai andalan!

_*Deliver today's objective, while preparing tomorrow's uncertainty!*_

Kita bisa melakukan lima langkah di bawah ini ....

*1. Continue to sharpen your shaw in your field*

Kompetisi  berjalan terus. You still have to be the best at what you do now. Jadi tetap terus menerus belajar dan meningkatkan kompetensi di bidang yang sekarang kita tekuni dan tempat kita mencari nafkah. Belajar dari buku, majalah, cari orang yang bisa menjadi coach atau mentor, dan cari pekerjaan di kantor (short assignment) yang akan membuat anda bertambah kompetensinya.

*2. Unleash your hidden potential*

Cari area lain yang mungkin bisa anda kembangkan.
Ibaratnya anda selalu menulis pakai tangan kanan, siapa tahu ada yang bisa anda lakukan dengan tangan kiri.
Kalau anda sudah lama mengerjakan finance, siapa tahu ada hal lain yang bisa anda kembanhkan.
Saya dulu pindah dari project management ke HRD.
Teman saya pindah dari IT ke Sales.
Cari bidang lain yang sesuai dengan passion anda, dan belum pernah anda kembangkan selama ini.

*3. Develop your competence in other area*

Mulailah belajar mengembangkan kompetensi anda dalam bidang yang baru . Belajar dari buku, majalah, cari
orang yang bisa menjadi coach atau mentor, dan cari pekerjaan di kantor (short assignment) yang akan membuat anda bertambah kompetensinya.

*4. Read, observe and learn*

Selalu membaca dan mengikuti trend. Bidang apa, industry apa yang akan terdesak oleh "substitutes", dan bidang dan industry mana yang akan semakin berjaya di masa depan.
Semakin cepat anda tahu semakin baik!

*5. Be prepared to switch from one career to another, from one company to another or from one industry to another!*

_You are not married to your job. You are not married to your company._
_Be prepared mentally. Ikuti trend dan bersiap siaplah untuk switch your career from your current job to another,_ dan semoga anda sudah siap sekarang !


Selamat mencoba menerapkan.
Saya yakin suatu saat hal hal di atas bisa menyelamatkan karier anda dan hidup anda.


Salam Hangat

Hukum alam

*HUKUM HUKUM ALAM*

Seorang manusia yg cerdas, setelah membangun bisnis, dia akan membangun sistemnya, mencari orang yg menjalankan  sehingga bisnisnya berjalan autopilot. Mereka yg kurang cerdas, setelah membangun bisnis akan terus berusaha mengurus sendiri bisnisnya. Mungkin takut disaingi atau ditipu jika bisnisnya dibuat autopilot atau dikerjakan orang lain.

Tuhan tentunya _*Maha Cerdas*_. Setelah menciptakan semesta bersama isinya, Dia tidak mungkin kemudian mengurusi sendiri dan mengakomodir permintaan permintaan manusia seperti di film *"Bruce Almighty".* Dimana seseorang diberi kekuatan Tuhan selama 1 minggu dan mendengarkan semua doa dan harus menjawabnya. 

Setelah menciptakan semesta seisinya, Tuhan pastilah menciptakan sistem atau hukum hukum yang mengatur jalannya kehidupan atau apapun di alam semesta ini. Itulah yg disebut hukum hukum alam. Dengan begitu semesta ini bisa berjalan autopilot berdasarkan hukum hukum itu. Meskipun ada frase Kun Fayakun atau apapun kehendakNya akan terjadi begitu saja, tentu itu berada dalam koridor hukum hukum yg sudah diciptakan itu. Sebagai contoh, HUKUM GRAVITASI. Misalnya ada seorang yg sangat religius dan merasa menjadi kesayangan Tuhan. Kemudian dia naik ke sebuah menara yg tinggi, sambil berdoa _:"Ya Tuhan . . .  jangan Engkau jatuhkan aku . . . .  angkatlah aku . . . Tunjukkan kekuatanMu"_ kemudian dia meloncat kebawah tanpa menggunakan parasut. Bisa dipastikan dia akan terhempas ke bawah dan mati. Meskipun Tuhan bisa dan hanya dengan Kun Fayakun saja,  belum pernah terjadi ada orang yg kemudian melayang layang dan turun perlahan lahan ketika loncat dari menara. 100% terhempas kebawah dan nyawanya melayang.

Secara mental, sudah ada 9 Hukum Alam yg diketahui, yg kesemuanya sangat kuat dan tanpa pengecualian. Kehidupan manusia diatur oleh 9 hukum itu, sehingga kita hanya bisa mematuhi hukum hukum itu jika ingin memiliki kehidupan yg nyaman, kaya dan sejahtera.

Hukum hukum itu adalah :
1. Hukum sebab akibat.
2. Hukum kompensasi
3. Hukum pengendalian
4. Hukum kepercayaan
5. Hukum konsentrasi
6. Hukum daya tarik
7. Hukum kesesuaian
8. Hukum pertumbuhan
9. Hukum pengisian.

Pelajari masing masing hukum ini dan sesuaikan kehidupan kita dengannya dan bukan melawannya, maka kita akan memiliki kehidupan yang luar biasa dan sangat bermakna. Jika ada seseorang yg memiliki kehidupan yang susah, baik secara keuangan, kesehatan fisik atau mental, maka hampir dipastikan dia menjalani hidup dengan melawan hukum hukum alam.

Sambil antri mesin keluar di kantor enagic, coba mengumpulkan dari beberapa tulisan ....
Semoga bisa memberikan pencerahan...

Semoga bermanfaat.....


"The first step towards getting somewhere is to decide you're not going to stay where you are." ~J.P. Morgan

Melakukan perjalanan ke luar kota dengan menjalani hidup sehari-hari adalah dua hal yang berbeda. Saat Anda tersesat saat ke luar kota, Anda dengan mudah dapat membuka GPS atau Google Map, sehingga Anda bisa menyesuaikan jalur Anda. Namun, apa yang terjadi bila Anda "tersesat" dalam perjalanan hidup Anda? Adakah GPS yang tersedia? Sayangnya, tidak ada.

Inilah mungkin sebabnya, banyak orang terdampar dalam kehidupan yang tidak mereka inginkan. Banyak orang menjalani kehidupan tanpa arah. Banyak orang tidak bahagia dalam hidupnya karena mereka tidak tahu ada dimana dan mau kemana. Mengapa seperti ini? Bisa jadi karena mereka menjalani hidup tanpa rencana. Mereka tidak memiliki Life Map Planing.

Sebenarnya, kita tahu manfaat sebuah rencana. Itu sebabnya, saat kita mau liburan kita membuat rencananya: kemana saja, menggunakan alat transportasi apa, butuh biaya berapa dan sebagainya. Demikian pula saat membangun rumah, kita membuat rencananya. Desain dan modelnya seperti apa, bahan yang mau dipakai apa saja, siapa yang akan mengerjakannya, berapa biaya yang diperlukannya dan sebagainya. Juga saat menentukan sekolah anak, kita membuat rencananya. Namun menariknya, kenapa kita tidak membuat rencana untuk hidup kita? Kita membuat rencana untuk perjalanan lima hari, namun kita tidak membuat rencana untuk perjalanan seumur hidup!

Kabar baiknya, kita bisa mulai merencanakan hidup dari sekarang. Hidup terbuka dengan berbagai pilihan dan kita memiliki "kendali" untuk menentukan pilihan-pilihan kita. Mengapa kita tidak mulai menjalankan kehidupan yang kita inginkan? Kehidupan yang terarah. Kehidupan yang secara sadar kita jalani prosesnya. Kita punya kapasitas untuk melakukannya.

Pak Covey mengatakan, memimpin diri sendiri mendahului memimpin orang lain. Kita tidak akan efektif memimpin keluarga kita, organisasi kita, bisnis kita, bila kita tidak mampu memimpin diri kita sendiri terlebih dahulu. Inilah sebabnya Life Planning mendahului Family Planning. Life Planningmendahului Financial Planning. Life Planning mendahului Business Planning.

Setiap orang memiliki impian yang ingin ia wujudkan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua impian diciptakan sama. Ada impian yang dibangun di atas khayalan, sebagian lagi dibangun di atas realitas yang kokoh. Ada impian yang menciptakan ketakutan dan keputusasaan, ada pula impian yang menciptakan semangat dan harapan. Ada impian yang tak pernah menjadi kenyataan, ada pula impian yang perlahan-lahan menjelma menjadi nyata. Apa perbedaannya?

Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh John C. Maxwell dalam bukunya: Put Your Dream to The Test[1]. Untuk mengubah impian menjadi kenyataan, kita perlu menjawab YA pada 10 pertanyaan yang diajukan di bawah ini.

Sebelum mulai, silakan pikirkan satu impian Anda, lalu tanyakan sepuluh pertanyaan berikut.

Pertanyaan #1: Apakah ini benar-benar impian saya?

Bila Anda ingin mewujudkan impian Anda, Anda perlu benar-benar memilikinya. Sesuatu yang benar-benar ingin Anda lakukan dan wujudkan. Impian Anda, bukan impian orangtua Anda, guru Anda atau orang lain. Jangan bandingkan impian Anda dengan impian orang lain. Anda dan mereka berbeda. Bila Anda tidak benar-benar memiliki impian Anda, Anda tidak akan bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Anda tidak akan bersedia membayar harganya.

Pertanyaan #2: Apakah saya dapat melihat dengan jelas impian saya?

Seperti apa kelihatannya? Semakin jelas maka akan semakin menarik dan semakin memotivasi Anda untuk mewujudkannya. Impian yang jelas akan memudahkan Anda dalam menetapkan prioritas. Impian yang jelas juga memudahkan Anda menyusun strategi untuk mewujudkannya. Sebaliknya, impian yang kabur tidak memotivasi Anda dan hanya menciptakan kebingungan.

Pertanyaan #3: Apakah impian itu ada di dalam kendali saya?

Apakah saya tidak bergantung pada orang lain untuk mewujudkannya? Apakah Anda membangun impian Anda di atas realitas yang kokoh bukan hanya di atas khayalan yang rapuh? Apakah Anda memulai tindakan dari kekuatan dan bakat Anda sendiri? Apakah Anda memiliki pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk membuatnya menjadi nyata? Bila tidak, dapatkah Anda mengembangkan dan melatihnya? Apakah Anda memiliki kebiasaan yang mendukung untuk mewujudkannya? Bila tidak, dapatkan Anda memulai kebiasaan itu? Sebuah impian akan lebih mudah terwujud bila dimulai dari apa yang benar-benar bisa Anda lakukan dengan baik. Sehingga Anda tidak menunda-nunda tindakan Anda. Anda dapat mulai bertindak sekarang.

Pertanyaan #4: Apakah saya memiliki energi untuk mencapainya?

Pikirkan salah satu pencapaian besar Anda. Berapa banyak energi yang Anda butuhkan untuk mencapainya? Apakah impian Anda benar-benar penting bagi Anda sehingga Anda memiliki energi yang cukup untuk mewujudkannya? Mewujudkan impian adalah sebuah perjalanan panjang. Anda memerlukan bahan bakar yang cukup selama perjalanan. Kunci awalnya adalah passion & preseverance, gairah dan ketekunan.

Pertanyaan #5: Apakah saya memiliki strategi untuk mencapainya?

Apakah Anda punya rencana kongkrit untuk mewujudkannya? Apakah Anda sudah mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk mencapainya? Tanpa rencana yang realistis, impian hanyalah impian. Tak akan pernah mewujud menjadi nyata dalam kehidupan Anda.

Pertanyaan #6: Apakah saya melibatkan orang lain yang dapat membantu saya?

Siapakah tim Anda? Siapakah pelatih Anda? Siapakah yang akan memantau kemajuan Anda> Siapa yang dapat mendukung dan membantu Anda? Bila Anda belum memiliki orang yang tepat dalam tim Anda, identifikasi orang-orang yang Anda perlukan, pikirkan bagaimana mereka dapat membantu Anda.

Pertanyaan #7: Apakah saya bersedia membayar harganya?

Semakin besar impian Anda, semakin besar harga yang perlu dibayarkan. Apakah Anda bersedia memberikan usaha terbaik dan bekerja keras mewujudkan impian Anda? Apakah Anda bersedia menghadapi hambatan dan mengelola ketidakpuasan yang mungkin akan Anda temui di perjalanan Anda? Selalu ada kritik, selalu ada hambatan, selalu ada pengorbanan. Itulah harga yang perlu Anda bayar untuk mewujudkan impian Anda.

Pertanyaan #8: Apakah saya bergerak mendekati impian saya?

Apakah hari ini Anda semakin mendekati impian Anda dibandingkan kemarin? Apakah Anda sudah mulai melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan impian Anda? Batu bata dari perwujudan impian adalah tindakan harian Anda. Setiap hari Anda perlu melangkah, merangkak, merayap mendekat ke impian Anda.

Pertanyaan #9: Apakah bekerja dalam mewujudkan impian saya membawa kepuasan batin?

Bahagia itu ada di perjalanannya. Impian hanyalah sebuah puncak gunung. Anda mendaki dan menaklukkannya, menikmatinya sejenak lalu Anda cari puncak gunung lainnya. Waktu Anda lebih banyak Anda habiskan untuk proses mewujudkan impian dibandingkan menikmatinya. Bila saat bekerja menuju impian Anda tidak merasakan kepuasan, mungkin Anda perlu mengidentifikasi impian lainnya. Perjalanan Anda menuju impian Anda perlu membawa kepuasan batin bagi Anda.

Pertanyaan #10: Apakah impian saya memberi manfaat bagi orang lain?

Banyak orang mengejar impiannya hanya untuk berjuang mempertahankan diri. Sebagian lagi, untuk mengejar kebanggaan dan pujian. Sebagian lagi untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi sesama. Maka, dimanakah Anda? Apakah impian Anda bermanfaat bagi orang lain? Jika iya, untuk siapa? Mengapa? Jika impian Anda terlalu egois, Anda akan sulit mewujudkannya.

Inilah 10 pertanyaan untuk menguji impian Anda. Sudahkah impian Anda lulus dari 10 pertanyaan ini?

"Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world." ~Harriet Tubman

Semoga dengan memperjelas impian akan memperjelas langkah kita menuju impian...

Selamat menata impian anda menuju pada kehidupan yang lebih bahagia....

Libatkan pasangan agar impian menjadi lebih mempunyai energi....


Agung Budi Santoso
Happines Life Coach

Zombi

*Nyonya Meneer dan Fenomena Zombie Company* – Jawa Pos,10 August 2017

Kita merinding mendengar kabar bahwa perusahaan legendaris Nyonya Meneer dipailitkan kreditornya minggu lalu. Dengan begitu, pengelolaan pabrik kini berada di tangan kurator untuk dilikuidasi atau diatasi dengan cara lain untuk membayar utang yang jumlahnya cukup besar.

Kita merinding karena jasa perusahaan itu sangat banyak bagi anak-anak kita yang masa kecilnya akrab dengan Minyak Telon produksi Nyonya Meneer. Belum lagi jamu habis melahirkan yang banyak digemari kaum ibu.

Dengan menarik napas panjang, saya sebenarnya tak enak hati menjelaskan fenomena seperti ini, yang semakin hari semakin banyak. Namun, karena banyak yang menanyakannya, baiklah saya jelaskan. Semoga keluarga almarhum Nyonya Meneer tak berkeberatan dan diberi ketabahan dalam melewati masa-masa sulit mempertahankan legacy bisnis ini.

Baiklah, ini sebenarnya fenomena zombie company. Maaf, ini memang agak mirip dengan zombi yang banyak kita saksikan dalam film-film science fiction yang kadang horor kadang jenaka. Karena film yang mengulas tentang zombi cukup banyak (Abraham Lincoln vs Zombies), ia menjadi begitu populer.

Singkat cerita, zombi adalah mayat yang berjalan. Ia sebenarnya sudah mati, tak ada lagi sumber darahnya, tetapi karena satu dan lain hal tidak bisa atau tak mau dikubur.

*Hidup dari Utang*

Zombi yang kita kenal dalam film itu, selain tak ada sumber darahnya lagi, juga tak berjiwa, tetapi punya naluri dan bisa bergerak. Jiwa atau roh dalam bisnis merupakan sumber inovasi dan kebijakan. Sedangkan darah adalah energi yang menggerakkan seluruh organ perusahaan. Ini sama dengan cash flow atau arus kas yang datang dari usaha (penjualan).

Nah, biasanya begitu ditinggal founder-nya, perusahaan seperti bergerak tanpa ''roh''. Ia menjadi tidak inovatif. Ia akan terbelenggu oleh rutinitas. Tak menciptakan hal-hal baru lagi yang menggairahkan semua pegawai. Ibarat koran ini tanpa ''Dahlan Iskan'' baru yang gesit dan selalu ada ide brilian, walau tak semuanya bisa digerakkan menjadi uang.

Perusahaan tanpa roh ibarat perguruan tinggi negeri yang dipimpin oleh rektor yang, maaf, numpang duduk di jabatan tertingginya. Dia hanya asyik memimpin seremoni, tak ada sesuatu yang baru dari kepemimpinannya.

Selain ada di satu dua PTN, fenomena itu juga ada di BUMN, anak-anak BUMN, atau perusda yang gagal meraih pemimpin transformasi. Tetapi, kini juga banyak di sektor swasta. Bisa jadi, BUMN atau anak-anaknya terlalu nyaman sehingga menjadi lazy company, tetapi pemimpin tahu banyak tentang sejarah dan administrasi perusahaan.

Jadi, soal pengetahuan internal, tak ada yang bisa menandinginya. Tetapi, dia tak pernah ''melihat'' bagaimana wujud kantornya karena tak pernah berada di luar melihat perusahaannya bila dibandingkan dengan yang lain.

Jadi, tak ada lagi perjuangan membangun hal-hal baru. Semuanya hanya meneruskan yang sudah ada saja. Bahkan yang sudah kusam, tak laku, tak relevan lagi terus dipelihara. Masih itu-itu saja yang diperdagangkan.

Zombie company akhirnya hidup dari utang atau menjual aset-aset yang ada secara bertahap (tidak revolusioner). Hanya supaya bisa bergerak. Bahkan dibiayai dengan bad debt atau cek kosong.

*Siapa Mereka?*

Adakah di antara zombi itu yang baik?

Tidak ada! Itu menurut sejumlah sumber. Dalam film-film science fiction selalu diceritakan, zombi yang baik itu seharusnya sudah dikubur. Jangan dibiarkan bergentayangan. Sebab, mereka akan menyebarkan rasa takut dan kesulitan bagi yang hidup dan masih punya masa depan.

Yang saya khawatirkan, di Indonesia ini, fenomena zombi semakin banyak. Sebab, bagi sebagian orang, menutup perusahaan itu sungguh memalukan. Apalagi dinyatakan pailit. Direktur-direktur dan pemegang sahamnya bisa masuk dalam daftar hitam perbankan, di-black list untuk menerima jasa-jasa.

Selain itu, ia juga dipelihara orang-orang lama karena secara pribadi aset-asetnya yang tak terpakai masih bisa mereka gunakan secara pribadi. Ruang kerja, kartu nama, fasilitas gudang, dan bisnis-bisnis turunannya. Masih ada yang bisa dipakai untuk kegiatan perorangan yang tak perlu menanggung fixed cost.

Di Negeri Matahari Terbit, fenomena perusahaan zombi sebetulnya mulai menyeruak pada 1990-an. Perusahaan-perusahaan bertahan hidup –meski tak mampu membayar kreditnya– berkat kredit murah perbankan, sikap lunak pemerintah dan kreditor. Menurut laporan Bloomberg, kreditor terpaksa bersikap lunak karena kalau mereka pailit, itu akan berdampak buruk terhadap neraca laporan keuangan kreditor.

Alhasil, sampai Maret 2017, memang tak satu pun dari sekitar 4.000 perusahaan publik di Jepang yang mengajukan perlindungan kepailitan. Padahal, banyak di antara mereka yang bisnisnya sudah terdisrupsi. Contohnya, Toshiba, Sharp, dan Sanyo.

Sharp selama bertahun-tahun hidup dalam kondisi nyaris bangkrut sampai akhirnya diambil alih Foxconn, perusahaan elektronik asal Taiwan. Bisnis Sanyo babak belur akibat produknya kalah bersaing dengan produk sejenis dari Tiongkok dan Korea Selatan. Sanyo pada 2009 diambil alih Panasonic. Sedangkan Toshiba tak lagi terdengar geliat inovasinya setelah laptop.

Kita jangan silau dengan perekonomian Korea Selatan dan Tiongkok. Di Negeri Ginseng, industri perkapalannya terpukul karena menurunnya perdagangan global selama tiga tahun terakhir. Maret silam bank-bank pemerintah di sana terpaksa memberikan pinjaman USD 2,6 miliar ke Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co dan mengonversi utangnya dengan saham. Padahal, dua tahun kemudian, Daewoo Shipbuilding mesti melunasi utang jangka pendeknya yang mencapai USD 4 miliar!

Saya membaca laporan Financial Times edisi 25 Mei 2017 yang mengutip data dari Bank of Korea dan Financial Supervisory Service. Potretnya lumayan mengerikan. Financial Times menulis, ada lebih dari 3.278 perusahaan zombi di Korea Selatan dengan 232 di antaranya adalah perusahaan publik.

Angka itu naik 17 persen jika dibandingkan dengan 2012. Padahal, perusahaan-perusahaan zombi yang ada di bursa efek saja diperkirakan mempekerjakan sekitar 100 ribu karyawan dan nilainya setara dengan 4,5 persen PDB negara itu.

*Dunia Tengah Dikepung Produk-Produk Zombi*

Perusahaan-perusahaan zombi di Tiongkok juga menimbulkan masalah serius. Pemerintah meminta perusahaan-perusahaan batu bara di Kota Jincheng untuk terus berproduksi meski pembelinya sudah tak sebanyak dulu. Akibatnya, batu bara terus menumpuk tanpa bisa dijual. Itu menciptakan perusahaan-perusahaan zombi dalam industri batu bara.

Hal serupa terjadi dengan semen. Tiongkok kini kelebihan pasokan semen hingga lebih dari 1 miliar ton (bandingkan dengan kapasitas produksi semen kita yang 90-an juta ton per tahun). Fenomena yang sama terjadi pada industri olahan aluminium serta besi dan baja. Padahal, untuk industri besi dan baja, volume produksi Tiongkok lebih besar ketimbang gabungan produksi dari tiga negara: AS, Jerman, dan Jepang.

Mengapa Tiongkok melakukannya? Jika pabrik-pabrik tadi berhenti beroperasi, Tiongkok akan menghadapi masalah pengangguran. Dan, bagi Tiongkok, mereka lebih takut dengan masalah pengangguran ketimbang kelebihan produksi dari pabrik-pabriknya.

Pengangguran bisa menciptakan masalah instabilitas sosial dan politik. Sementara itu, soal kelebihan produksi, Tiongkok bisa menjualnya dengan harga dumping (jadi, kita mesti hati-hati dengan serbuan produk Tiongkok dalam hari-hari ini).

Di Eropa suasananya nyaris serupa. Menurut laporan OECD edisi Januari 2017, bertambahnya perusahaan-perusahaan zombi tersebut merupakan potret tidak efisiennya penerapan UU Kepailitan. Hal itu menimbulkan masalah yang sangat serius. Di Italia, perusahaan zombinya mencapai 6 persen dari seluruh populasi atau naik dua kali lipat ketimbang 2007.

Jumlah itu meningkat karena proses pengadilan kepailitan Italia yang lama dan bertele-tele. Di sana, proses melikuidasi perusahaan membutuhkan waktu hingga delapan tahun. Bandingkan dengan di AS yang hanya beberapa bulan.

_Rhenald Kasali_

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan