FILOSOFI JAWA

*SEMBILAN FILOSOFI JAWA YANG DIAJARKAN OLEH SUNAN KALIJOGO*

1. _*URIP IKU URUP*_
"Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik"

2. _*MEMAYU HAYUNING BAWONO*_
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak

3. _*SURO DIRO JOYO JAYADININGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI*_  
"Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar"

4. _*NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPO NGASORAKE, SEKTI TANPO AJI-AJI, SUGIH TANPO BONDHO*_ 
"Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan"

5. _*DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KALANGAN*_ 
"Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu"

6. _*OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN*_ 
"Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja"

7. _*OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN*_
"Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi"

8. _*OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, OJO CIDRO MUNDAK CILOKO*_
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka
9. _*OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO*_
Jangan sok kuasa, sok besar, sok hebat. 

Filsafat yg masih banyak dipakai orang jawa ๐Ÿ˜€

Saya orang miskin, saya orang kaya

Seseorang bertanya pada Bill Gates, "Adakah orang yang lebih kaya dari dirimu?"

• Bill Gates menjawab hanya satu orang.

Bill Gates mulai cerita:
Bertahun-tahun yang lalu, ketika aku belum sekaya ini, aku pergi ke bandara New York. Aku membaca surat kabar yang digelar di sana. 

Aku tertarik pada salah satu surat kabar tersebut, aku ingin membelinya ternyata uangku tidak cukup. 

Tiba-tiba seorang pria kulit hitam memanggil saya dan mengatakan, "Koran ini untuk Anda"
 
Aku berkata, "Tapi uangku tidak cukup"
Dia berkata "Tidak masalah, aku memberikan anda gratis"

• Setelah 3 bulan, aku pergi lagi ke bandara New York. Secara kebetulan cerita itu terjadi lagi, anak yang sama memberiku koran gratis. Aku bilang aku tidak bisa menerimanya
lalu ia berkata, "Aku akan memberimu keuntungan dari apa yang telah aku lakukan"

Setelah lewat 19 thn, aku sudah kaya dan aku memutuskan untuk menemui anak itu. 
Aku menemukannya setelah satu setengah bulan mencarinya. 
Aku bertanya padanya, "Kau kenal aku?" 
Dia bilang, "Ya, kau terkenal. Namamu Bill Gates"

Aku bilang,  "Beberapa tahun yang lalu kau memberiku surat kabar gratis 2 kali, sekarang aku ingin mengimbangimu. Aku akan memberikan semua yang kau inginkan"

Pemuda kulit hitam itu menjawab, "Anda tidak dapat mengimbangiku" 

Aku tanya kenapa?  Dia berkata : 
*"Karena aku memberimu ketika aku miskin sedangkan Anda ingin memberi saya ketika Anda kaya. Jadi bagaimana Anda bisa mengimbangiku?*

Bill Gates bilang:
Kurasa pria kulit hitam itu lebih kaya dari aku. Pelajaran berharga yang kuambil darinya adalah kita tidak harus menunggu kaya untuk memberi sesuatu.

Memberi dari kelebihan itu biasa, tetapi memberi dari kekurangan kita itu tidak biasa dan sangat luar biasa dan tidak banyak orang yg melakukannya. 

Jangan menunda untuk memberi, 
Jangan terlalu banyak berpikir/hitung2an untuk memberi,
Jangan memandang bulu/status sosial untuk memberi. 

Berilah, maka kamu akan diberi Lebih banyak berkat memberi daripada menerima! 

I am not a beggar

*WHAT AN ATTITUDE!!!*
(By : Mardigu WP)

Sebagaimana banyak teman yang mengetahui bahwa dalam organisasi saya, ada 6 tenaga asing, di 4 anak usaha saya. Dari 6 orang tersebut 4 ber kewarga negaraan singapura keturunan india.

Master degree dan doctoral degreenya masih di dapat dari indian institute of technology Bombay dan indian institute of science di banglore. Sebelum 15 tahun yang lalu mereka menjadi warga negara singapura. Dengan saya, sudah hampir 5 tahun bersama, dan saya merasakan manfaatnya kehadiran mereka.

Ke depan saya berencana akan menaikan jumlah pekerja - employ dengan mereka dengan memperkerjakan pekerjaan detail engineering dan technology. Sebatas kontrak kerja, di india tentunya. Tak perlu bawa ke indonesia. Dari sisi pekerjaan, saya hanya memberikan basic design, algoritmanya deh kalau bahasa IT, lalu mereka merangkainya dan membuat DED detail engineering dan drawing.

Karena itu minggu lalu ada kesempatan saya harus ke jaipur India, mendarat new delhi langsung ke wilayah rajastan, yang ibukotanya jaipur. Tugas utama menginterview beberapa kandidat pekerjaan yang saya akan out source. Ada 2 lokasi setelah jaipur yaitu ke wilayah selatan india tamil setelahnya. Kita diskusi di tulisan berikutnya.

Singkat cerita saya melihat meningkat ke gairahan baru di india. Ekonomi nya terasa meningkat di banding 5 tahun lalu saya ke sana.

Dua tahun berturut turut ekonomi india tumbuh di atas 7 % dan bisa di bayangkan dengan populasi 4 kali indonesia, tumbuh 7% itu raksasa sekali pergerakannya. Tahun ini dan selanjutnya mereka "mark" tandai dengan pertumbuhan di atas 8%.

Namun india tetap india, kumuh, pliket, bau, terutama di city dweler atau urban problem dengan banyaknya gelandangan dan kaum slum ini.

Sore, saya keluar hotel cuci mata, sepanjang jalan banyak anak-anak menjual souvenir. Dan sangat annoying, mengganggu sekali. Mendesak-desak terus. Terutama ada satu anak usian 12 tahun an kira-kira. Saya sampai gerah karena hampir 1 jam dia buntuti saya dengan berbagai cara jualan.

Kalau sebagai sales saya akui ini anak tough deal. Tapi sebagai korbannya, saya seperti di bully.

Puncaknya saya berkata, sorry kid, not interest.

But sir, this good souvenir for you family and frinds, katanya beralasan.

Dalam hati, waduh, magnet tempelan kulkas sudah banyak nak!

Saya pun berkata lagi, dengan muka jutek. Listen kid, 200 rupee its good price but i dont need that souvenir. Catatan 1 dollar amerika 65 rupee, atau harga tersebut sekitar 40 ribu rupiah lah kira-kira.

Saya mengeluarkan uang 50 rupee dengan niatan supaya dia stop draging ngekorin saya kemana-mana. There you go..saya sodorkan 50 rupee tadi ke tangannya, sekitar 10.000 rupiah.

What is this sir? Di bertanya dengan muka mengkerut.

Take it, its your! Saya jawab.

Do you think i m beggar ? katanya nyolot, i am a sounevir sales sir, take back your money. Just buy my souvenir , we all done.

Saya tersentak kaget dengan jawabannya, not beggar! Kata saya dalam hati, saya kagum dengan attitude nya. saya bukan pengemis, saya penjual souvenir!

Mengapa saya tersentak dengan jawaban itu?

Kemarinnya, kami ber 10 mengadakan tour visit ke sebuah tempat wisata 1 jam dari jaiupur, tengah jalan bus kami ban nya kempes. Lalu kami turun dari bus. Di luar panas sekali dan ada seorang bapak tua lewat jualan es teh, di panggul.

Kami memesan beberapa minuman karena memang udara panas terik. Ketika bus akan jalan kami bertanya berapa harga nya atas 12 gelas es teh tadi, dia berkata 150 rupee. Murah sekali, itu komentar kami saat itu

Saya pun mengeluarkan dan memberinya 300 rupee dan berkata, take the change. Kata-kata : "ambil saja kembaliannya" adalah bentuk apresiasi kami atas jasanya. Yang di jawab, no sir, this your 150 rupee..i am not a beggar, i am a tea seller. Kata-kata not a beggar membekas sekali di hati saya.

Dan besoknya, seorang anak 12 tahun, di hadapan saya berkata yang sama, i am not a beggar!!! What an attitude!!!! Ini kalau begini India bisa menjadi negara yang besar seperti jaman bharat sebelum inggris masuk mengoyak tradisi dan kebesaran bangsa bharat ini.

(Mardigu Wowiek, April 2017)

Sudut pandang

*"MENGUBAH SUDUT PANDANG"*

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah ditanganinya sendiri. Suami serta anak-anaknya menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. 

Padahal, ... dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu : Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan.

Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"

Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan ; Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. 

Tak ada suami, tak ada anak2, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". 

Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya

"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi kekhawatiran buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Aku tahu maksud anda, ujar sang ibu,
_*"Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".*_

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan *NLP* _(Neurolinguistic Programming)._

Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Berikut beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;
_*1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.*_

*2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.*

_*3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.*_

*4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, itu berarti syukur Allah memberikan rezeki utk kita berpenghasilan.*

_*5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.*_

*6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.*

_*7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras.*_

*8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang Pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.*

_*9. Untuk bunyi alarm keras jam 4.30 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.*_

*10. Untuk yang memposting broadcast panjang dan 'mengganggu' ini artinya masih ada orang Baik yang mau berbagi Nasihat dan CINTA kepada kita.*

Selamat Pagi & Have a Great Monday๐ŸŒน

Hari Ayah

Kisah Anak dan Ayahnya..๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜ฅ

Postingan ini adalah tentang apa yang terjadi di rumah tangga..

Putranya tidak suka tinggal di rumah, karena ayahnya selalu 'ngomel';
"Nak,  kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan kipas angin.
"
"Matikan TV. Jangan biarkan menyala di ruangan di mana tidak ada siapa-siapa menontonnya..

"Simpan pena di tempatnya,  itu jatuh ke bawah meja "

Putranya tidak suka ayahnya mengomelinya untuk hal-hal kecil ini..

Tapi dia harus mentoleransi hal-hal ini sejak kecil, ketika dia bersama keluarganya di rumah yang sama.

Datanglah hari ini, dimana dia mendapat undangan untuk wawancara kerja...

"Dia membatin dalam hatinya, Begitu saya mendapatkan pekerjaan itu, saya akan meninggalkan kota ini. Tidak akan ada lagi  omelan dari ayah saya..

 "Begitulah pikirannya.

Ketika dia hendak pergi untuk wawancara, sang ayah menyarankan:
"Nak, jawablah pertanyaan yang diajukan kepadamu tanpa ragu-ragu. 
Bahkan jika engkau tidak tahu jawabannya, sebutkan itu dengan percaya diri.. " Ayahnya memberi uang yg lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan untuk menghadiri wawancara..

Putranya tiba di pusat wawancara..

Dia memperhatikan bahwa tidak ada penjaga keamanan di gerbang. Meskipun pintunya terbuka, gerendelnya menonjol keluar, hal itu bisa membuat orang masuk melalui pintu menjadi tertabrak. 
Dia meletakkan gerendel kembali dengan benar, menutup pintu dan memasuki kantor.

Di kedua sisi jalan dia bisa melihat tanaman bunga yang indah.  Air mengalir di pipa selang dan tidak terlihat seseorang di mana pun. Airnya meluap di jalan setapak. 
Dia mengangkat selang dan meletakkannya di dekat salah satu tanaman dan melangkah lebih jauh.

Tidak ada seorang pun di area resepsionis. Namun, ada pemberitahuan yang mengatakan bahwa wawancara berada di lantai pertama. Dia perlahan menaiki tangga.

Cahaya yang dinyalakan tadi malam masih menyala pukul 10 pagi. *Dia ingat peringatan ayahnya* "Mengapa kamu meninggalkan ruangan tanpa mematikan lampu" Dan dia masih bisa mendengarnya sekarang. Dia merasa sedikit jengkel oleh pikiran itu, namun dia mencari saklar dan mematikan lampu.

Di lantai atas di aula besar dia bisa melihat banyak calon duduk menunggu giliran.
Dia melihat banyaknya pelamar, hatinya bertanya-tanya apakah dia punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan itu.

Dia pun memasuki aula dengan sedikit gentar dan menginjak tikar yg bertuliskan *Selamat Datang" yang ditempatkan di dekat pintu. 
Diperhatikannya bahwa tikar itu terbalik.. spontan saja dia meluruskan matras, walaupun dengan sedikit kesal. 

Dia melihat bahwa dalam beberapa baris di depan ada banyak orang yang menunggu giliran, sedangkan barisan belakang kosong, tetapi sejumlah penggemar berlari di atas deretan kursi itu.
Dia mendengar kipas angin, Dia mematikan kipas yang tidak diperlukan dan duduk di salah satu kursi yang kosong..

Dia melihat banyak pria memasuki ruang wawancara dan segera pergi dari pintu lain. Jadi tidak mungkin ada yang bisa menebak apa yang ditanyakan dalam wawancara.

Ketika tiba gilirannya, Dia pergi dan berdiri di hadapan pewawancara dengan sedikit gemetar dan pesimis..

Sesampainya didepan meja,  pewawancara langsung mengambil sertifikat, dan tanpa bertanya, mereka langsung berkata "Kapan Anda bisa mulai bekerja?"

Dia terkejut dan berpikir, "apakah ini pertanyaan jebakan, atau sebuah sinyal bahwa saya telah diterima untuk pekerjaan itu?" 
Dia bingung.

Apa yang kamu pikirkan?" Tanya sang bos.
"Kemudian melanjutkan kata2nya..Kami tidak mengajukan pertanyaan kepada siapa pun di sini. 
Karena dengan mengajukan hanya beberapa pertanyaan, kami tidak akan dapat menilai siapa pun. 
Tes kami adalah untuk menilai sikap orang tersebut..
 Kami melakukan tes tertentu berdasarkan attitude para kandidat..

Kami mengamati setiap orang melalui CCTV. 
Untuk mengamati apa saja yg dilakukannya, ketika melihat  gerendel di pintu, pipa selang yg mengalir air, keset selamat datang, kipas atau lampu yang tidak berguna..

Anda adalah satu-satunya yang melakukan itu. 
Itu sebabnya kami memutuskan untuk memilih Anda "

Hatinya terharu, dia ingat ayahnya..
Dia yg selalu merasa jengkel terhadap disiplin dan omelan ayahnya ayahnya. Sekarang  menyadari bahwa omelan dan disiplin yg ditanamkan ayahnya yang telah membuat dia diterima pada pekerjaan yg diinginkannya..
Kekesalan dan kemarahannya pada ayahnya seketika sirna..

Ayah, ma'afkan anakmu, demikian bisiknya..๐Ÿ˜ฅ

Dia memutuskan akan meminta maaf kpd ayahnya, dia akan membawa ayahnya melihat tempat kerjanya..
Dia pulang ke rumah dengan bahagia..

Apapun yang ayah katakan kpd kita,  hanyalah untuk kebaikan kita..
Semua bertujuan untuk memberi kita masa depan yang cerah!

*Batu karang tidak akan menjadi patung yang indah dan berharga, jika itu menahan rasa sakit dari  pahat yang memotongnya*.

Agar kita menjadi pribadi  yang indah, maka kita perlu menerima dan mematuhi peringatan..
Memahat kebiasaan baik dari perilaku buruk yg muncul dari diri kita sendiri...

Ibu mengangkat anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan dan untuk membuatnya tidur..

Tetapi ayah mengangkat anak itu ke pundaknya untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa diihatn anaknya..

Ayah dan ibu adalah pahlawan dan guru kehidupan..
Petunjuk dan kasih sayangnya mendampingi kita sepanjang kehidupan..

Perlakukanlah mereka dengan baik..
Hal ini akan menjadi  contoh dan bimbingan dari generasi ke generasi berikutnya, sebagai estafet kehidupan..

*SILAHKAN! Bagikan dengan orang tua dan anak-anak tercinta..
Selamat beraktifitas ๐Ÿ™

Ustadz zaman now

#FIKSI                                                 *Naruto Zaman Now...*

Alkisah, ada sebuah Organisasi Mafia besar bernama *Akatsuki.* Mereka mengedarkan narkoba, punya pabrik tuak, tempat prostitusi, kasino, diskotik, produsen bokep, dan banyak usaha haram lainnya. Akatsuki dipimpin oleh seorang bos bernama Pain.

Sebagai penghuni dunia hitam, Pain dan para pengikutnya selalu berseteru dengan musuh-musuh abadi yang selalu mengganggu dan berusaha menghancurkan bisnis mereka. Siapakah musuh Akatsuki? Mereka adalah orang orang yang taat beragama, terutama para ustadz, kyai, santri, pemimpin yang soleh, dan siapapun yang anti maksiat karena mereka selalu memprovokasi orang-orang agar menjauhi zina, khamr, judi, dan perbuatan maksiat lainnya sehingga usaha Akatsuki susah berkembang. Oleh karena itu, Pain menyebar banyak mata-mata untuk mengawasi gerak-gerik musuh-musuhnya yang berbahaya itu.

Suatu hari, Pain mengumpulkan para mata-matanya untuk melaporkan hasil pengintaian.

Pain: *"Kisame! Gimana minggu ini? Aman?"*

Kisame: *"Gauat boz.!!! Ustadz Naruto kemaren pengajian di wilayah kita!"*

Pain: *"Trus?"*

Kisame: *"Dia ngajak orang orang menjauhi minuman keras!"*

Pain: *"Trus apanya yang gawat?"*

Kisame: *"Ya itu lah boz. Kalo dia nyuruh orang jauhin miras, ntar pabrik tuak kita kan jadi nggak laku.???"*

Pain: *"Santai aja. Ustadz macam Naruto itu nggak bahaya kok."*

Kisame: *"Tapi... dia kan ngajak jauhin miras?"*

Pain: *"Eh, coba gwe tanya, orang-orang yang dengerin pengajian dia tuh pelanggan kita bukan.???"*

Kisame: *"Bukan lah boz. Masak tukang minum tuak ke pengajian..!!!"*

Pain: *"Yaudah, biarin aja. Yang ikut pengajian kan orang yang emang ngga suka mabok, bukan pelanggan kita. Tuh ustadz mau ceramah sampe berbuih mulutnya juga ngga terlalu ngefek buat bisnis kita."*

Kisame: *"Eh iya juga ya..???"*

Pain: *"Berikutnya!"*

Deidara: *"Taihen desu boz! Bahaya nih! Ustadz Kaneki kutbah jumat di masjid agung tadi ngajak jauhin zina!"*

Pain: *"Apanya yang bahaya?"*

Deidara: *"Loh, kalo orang pada nurut sama dia, ntar tempat ikeh kita kan jadi ngga laku?"*

Pain: *"Emang para pelanggan tempat kita tadi pada ikutan shalat jumat trus dengerin khotbah dia?"*

Deidara: *"Nggak lah boz! Tuh dari tadi lagi pada maen."*

Pain: *"Yaudah, biarin aja. Ustadz-ustadz macam mereka itu ngga terlalu bahaya. Lanjut!"*

Tobi: *"Wilayah yang saya intai aman boz! Ngga ada ustadz yang berbahaya. Cuman kemaren ada Ustadz Kirito tabligh akbar tapi cuman ngomong politik kok."*

Pain: *"Politik..??? Bilang apa dia..???"*

Tobi: *"Katanya pilkada besok, harus pilih pemimpin yang beriman, taat pada Allah, berakhlak, dan peduli rakyat kecil."*

Pain: *"Eh yang bener lu?"*

Tobi: *"Bener lah boz. Emang kenapa..???"*

Pain: *"Ini baru bahaya..!!!"*

Tobi: *"Loh kok..??? Bahaya kek gimana boz..???"*

Pain: *"Kalo orang-orang nurut sama tuh ustadz, trus pas pilkada nanti yang kepilih pemimpin yang beriman, bisa hancur bisnis kita..!!!"*

Deidara: *"Masa sih boz..???"*

Pain: *"Eh lu t×××l ya..??? Tau ngga sih, siapa musuh kita..???"*

Kisame: *"Ustadz-ustadz sama kyai-kyai yang halangin bisnis kita kan boz..???"*

Pain: *"Bener. Mereka emang selalu berusaha gangguin bisnis kita. Tapi sebenernya ada yang lebih bahaya."*

Tobi: *"Siapa boz..???"*

Pain: *"Pejabat yang taat agama."*

Deidara: *"Lah, kok..???"*

Pain: *"Ustadz ustadz, kyai-kyai itu bisanya cuman ngomong. Jauhi zina lah, jauhi miras lah, blablabla ngoceh sampe gigi kering ngga terlalu ngaruh buat kita karena mereka ngga punya kekuatan. Mereka ngga bisa nutup paksa ato ngacurin tempat kita. Pernah dulu Ustadz Naruto mengerahkan santri-santrinya nyerang tempat judi & bakar tempat ikeh kita, tapi kita lapor polisi, kita tuduh mereka berbuat anarki, habis itu mereka ngga berani macem-macem lagi. Nah, lu tau nggak, apa jadinya kalo besok pilkada yang kepilih jadi pejabat orang yang taat agama..???"*

Tobi: *"Libur lebaran ditambah..???"*

Pain: *"Bukan lah t×××l. Kalo orang taat agama jadi pejabat, kepala daerah, anggota DPR, bisnis kita ancur..!!!"*

Deidara: *"Lah, kok..???"*

Pain: *"Orang yang taat agama ngga akan diem aja liat bisnis kita. Kyai & ustadz mah cuma bisa ngomong, tapi pejabat mah beda. Mereka gampang banget nutup usaha kita cuma modal tanda tangan, ato cukup tunjuk sambil bilang, hacurkan..!!!"*

Tobi: *"Kan tinggal kita kasih duit bagi hasil boz..??? Kaya biasanya itu."*

Pain: *"Orang macam mereka ngga mempan disogok, t×××l..!!!"*

Deidara: *"Waduh, bahaya donk..???"*

Kisame: *"Trus gimana nih boz..???"*

Pain: *"Bagaimanapun caranya, jangan sampai pilkada besok yang menang orang yang taat agama..!!!"*

Tobi: *"Trus kita harus ngapain..???"*

Pain: *"Yang jadi masalah tuh Kirito. Dia yang ngompor-ngomporin orang biar milih calon yang beriman pas pilkada nanti. Makanya kita harus bungkam dia dulu."*

Kisame: *"Caranya gimana boz..???"*

Tobi: *"Gimana kalo Deidara pura-pura gila, trus bunuh dia..???"*

Deidara: *"Eh kampret, lu aja. Nggak usah pura-pura juga udah keliatan gila."*

Pain: *"Jangan! Kalo ada 1 aja ustadz dibunuh, jutaan orang bisa ngamuk. Ntar kita juga yang jadi sasarannya. Kita jangan bunuh orangnya, tapi bunuh karakternya..!!!"*

Kisame: *"Hah..???"*

Pain: *"Kita rusak imagenya di mata orang. Kita buat Si Kirito itu jadi nggak dipercaya, nggak dipatuhi, hilang wibawanya, dan dibenci orang."*

Tobi: *"Caranya..???"*

Pain: *"Kita bikin isu, kita tuduh dia radikal, intoleran, provokator, politisasi agama, mengancam ideologi negara, merusak kebhinekaan, atau... apalah yang begituan pokokya. Bilang ke Itachi, suruh dia kerahkan pasukan cyber buat serang tuh ustadz provokator..!!!"*

Deidara: *"Lah..??? Itu kan cara basi..??? Kaya PKI aja. Emang sekarang masih mempan pake cara gitu..???"*

Pain: *"Tenang. Orang-orang masih banyak yang doyan hoax kok. Langsung main share lagi."*

Tobi: *"Trus tugas kita apaan boz..???"*

Pain: *"Lu awasin terus Kirito, dateng ke pengajiannya, rekam ceramahnya, cari kesalahannya, kalo ga ketemu, potong videonya biar penjelasannya keliatan aneh ato bikin salah paham, habis itu sebarkan! Kasih judul yang bisa bikin dia keliatan jelek."*

Tobi: *"OK boz..!!!"*

Deidara: *Gw boz..???"*

Pain: *"Lu selidiki dia, cari tau riwayat hidupnya, pernah ngapain aja, kalo nemu yang jelek-jelek, sebarkan ke publik..!!!"*

Deidara: *"Siap..!!!"*

Kisame: *"Gw ngapain boz..???"*

Pain: *"Tugas lu, pertentangkan Kirito dengan ustadz lain. Buat seolah Kirito itu menyimpang, sesat, radikal, pokoknya bikin dia keliatan jelek."*

Kisame: *"Maksudnya Boz..???"*

Pain: *"Cari perbedaan pendapat tetang sesuatu antara Kirito dengan ustadz lain. Buat seolah Kirito salah. Misalnya lu nemu video Kirito bilang maulid nabi itu boleh, trus lu nemu video Ustadz Kaneki bilang maulid itu ngga ada dasarnya, lu gabungin dua video itu, kasih judul, Ustadz Kaneki Meluruskan Penyimpangan Ustadz Kirito."*

Kisame: *"Oh, gitu y Boz..!!!*

Pain: *"Ada pertanyaan..???"*

Tobi: *"Ga boz..!!!"*

Pain: *"Oke, laksanakan..!!!"*

Tobi, Deidara & Kisame: *"Siap..!!!"*

~~
"Islam ibadah akan dibiarkan. Islam ekonomi akan diawasi. Islam politik akan dicabut sampai akar-akarnya!"
Begitulah kata Muhammad Natsir, seorang ulama, pejuang kemerdekaan dan seorang politisi muslim.
Apa maksudnya?

1. Islam ibadah akan dibiarkan
Kalo orang Islam kerjanya cuma shalat, shalawat, ngaji, haji, puasa, atau ibadah lainnya, ngga ada orang yang ribut. Dulu penjajah Belanda tidak melarang orang Islam shalat. Mengapa? Karena ibadah tidak membahayakan penjajah.

2. Islam ekonomi akan diawasi
Ketika umat Islam berusaha membangkitkan ekonomi yang sesuai aturan Islam, maka akan ada orang orang yang mulai cemas. Siapakah mereka? Para rentenir, para pemilik bank atau koperasi yang mengumpulkan harta dengan riba, para pengusaha rakus yang menimbun barang dan mempermainkan harga, para mafia yang ingin menguasai dan memonopoli kekayaan alam, dan siapapun yang mencari harta dengan cara yang tidak syari, juga tidak ketinggalan, mereka yang ingin memanfaatkan kemiskinan orang lain demi mencapai tujuan, misalnya calon pejabat yang ingin membeli suara pas pilkada, atau orang kafir yang ingin memurtadkan orang Islam dengan sekardus indomie dan seliter bimoli.

3. Islam politik akan dicabut sampai akar-akarnya.
Jika umat Islam yang soleh berusaha memimpin suatu wilayah dan menerapkan aturan Islam di sana, apa yang terjadi? Tentu saja banyak orang panik. Siapa mereka? Para koruptor dan maling yang takut kehilangan tangannya, produsen miras, pengedar narkoba, pemilik tempat judi dan tempat mesum yang terancam ditutup usahanya, juga mereka yang disebutkan di nomer 2, dan masih banyak lagi.

Nah sekarang tahu kan kenapa selalu ada yang kebakaran jenggot ketika ada ustadz yang menyerukan untuk memilih pemimpin beriman?
Tahu kan kenapa ustadz yang menyerukan untuk memilih pemimpin beriman pasti diserang, dibully, difitnah, dan dituduh macam-macam?

Mari pilih pemimpin yang beriman di pilkada nanti..!!!


*ALLOOHU AKBAR... ☝๐Ÿป☝๐Ÿป☝๐Ÿป*


*Shollu 'Alaa Nabi Muhammad... ๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿคฒ๐Ÿป*

*#2019GantiPresiden*

Beli dengan amal

๐Ÿ‚❤ *Materi 14* ❤๐Ÿ‚

Bismillahhirohmanirrohim

ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„َّู‡ِ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ ،َุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ.، ุฃَู…َّุง ุจَุนْุฏُ؛

Akhirnya perjalanan kita sampai juga ke Point yan terakhir yaitu point ke-5 PPA. 
Namun akan dibahas dalam 2-3 kali share materi karena lumayan panjang.

Baik kita mulai ya, kawan.
Lagi-lagi saya ingatkan untuk jangan lupa berdoa mohon kepahaman pada Allah, agar materi yang sudah didapat bisa di praktekan dan hasilnya bisa membahagiakan kita (karena makin dekat kepada Allah) juga berdampak ke orang-orang di sekitar kita. Aamiin...


Poin 5 PPA:

๐Ÿ’š *BUKA SEMUA PINTU REZEKI (kuncinya : Beli dengan Amal)*

Kawan sekalian, saya berharap 4 point PPA sebelumnya sudah kawan pahami dengan baik, ya. Bukan hanya ngerti tapi juga paham, sebab *miracle itu terjadi karena kita paham*, dan karena miracle itu terletak persis di samping dinding kepahaman. 

Sekedar tau dan ngerti aja itu belom cukup untuk mengubah hidup kawan-kawan menjadi lebih baik.

Kemudian, apa sih tandanya kita sudah paham?

Tandanya adalah:  *ketika kita sudah memiliki ketenangan dan kedamaian yang luar biasa dalam menghadapi masalah, hati yang selalu bisa merasakan Allah di manapun berada.*

Dengan paham juga, kita jadi tau pola berdoa yang sesungguhnya dan jadi tau cara menyikapi sebuah masalah.

Paham yang terpenting bukan cepat atau lambat dikabul atau ditahannya doa, melainkan *"Get the feeling of Allah's love"*
*Merasakan cinta Allah di manapun berada*. ๐Ÿ˜ญ

Baik, sekarang kita masuk point ke-5 PPA, yaitu: *BUKA SEMUA PINTU REZEKI (kuncinya : beli dengan amal)* 

Pintu rezeki ini bisa dibuka dengan 2 cara. yaitu :

*1. Secara tekhnis*
*2. Secara bathin*

Untuk pertemuan hari ini kita akan bahas dulu yang secara tekhnis,  ya. Yang secara bathin akan dilanjutkan besok.

*Zam Zam*

Untuk membahas ini kita akan langsung belajar kepada sang ahlinya, yaitu Siti Hajar RA.

Ketika bayi Ismail kehausan, apakah yang dilakukan oleh Siti Hajar?

Betul, dia berlari-lari mencari air dan berlari antara bukit Shafa dan Marwa sebanyak 7x.
 
Yang jadi pertanyaan adalah;  *kenapa Siti Hajar hanya berlari lari antara Shafa dan Marwa, sebanyak 7 kali pula?*

Padahal kan mestinya ketika 1-2x balik ga ada ditemukan air, harusnya beliau mencari ke arah lain. Betul ga?

Lalu kenapa Siti Hajar cuma lari sekitar Shafa & Marwa aja? Dan kenapa pula harus sampai 7x?

Inilah hikmah terbesarnya kawan, jika anda memahami ini dan ditambah dengan materi-materi sebelumnya, maka insyaa Allah semakin lengkaplah pemahaman kita akan *konsep ikhtiar dan keajaiban*.

Ternyata jawabanya kenapa Siti Hajar hanya berlari di antara Shafa dan Marwa sebanyak 7x, itu adalah karena yang dia cari bukan air!

Nah loh?

Mas Reza, di mana-mana cerita kisah Siti Hajar berlari-lari itu adalah mencari air, mas? Kalo bukan air, emang apa yang beliau cari, mas?

Sebelum saya jawab saya tanya dulu, kawan-kawan sadar ga? Kenapa Siti Hajar berlari di tempat yang sama sebanyak 7x? Padahal 1-2x aja udah cukup membuktikan bahwa di situ ga ada air? 
Itu tandanya Siti Hajar ga nyari air di situ, namun yang dia cari adalah *"yang memiliki air, yaitu Allah Ta'aala."*

*Ketika yang ia cari adalah pemilik air, maka yang didapatkan adalah jalan yang tak diduga-duga*, solusi keajaiban ya Air Zam Zam itu.

*Ketika kita ada masalah, jangan dulu cari solusinya tapi carilah sang Pemilik Solusi yaitu Allah*, nantinya kawan-kawan akan mendapatkan solusi yang ajaibnya luar biasa.

Ya... Siti Hajar tidak mengandalkan ikhtiarnya, yang ia cari bukanlah air namun sang Pemilik Air yaitu Allah. Lantas apa pesan cinta dari Allah mengisahkan kisah ini kepada kita?

*YANG DICARI ITU HARUS Allah*

Masih inget kan materi-materi kita sebelumnya? Jika kita ada masalah, please tolong sekali lagi jangan yang pertama dicari adalah solusi. Kawan-kawan harus kembali ke Allah dulu. Masalah ikhtiar dan serangkaian strategi yang bikin kita pusing itu mah no sekian aja. *Yang pertama wajib dilakukan adalah ke Allah dulu*.

Jika yang kawan kejar adalah dunia (solusi) dulu, maka justru  Allah perintahkan dunia (solusi) tersebut  menjauhi kita. Tapi *kalo yang kita kejar adalah Allah, maka Allah akan membuat solusi (dunia) mendekat kepada kita*.

"Wahai dunia jika hambaKu mengejarmu, maka perbudaklah dia olehmu. Namun jika Allah tujuannya, jadilah engkau takluk pada hambaKu (layanilah) (Hadist Qudsi)

Sekarang paham ya kenapa masalah ga kunjung selesai? ๐Ÿ˜ญ

Makanya kawan, sekarang tuh udahlah.. apa-apa fokus dulu ke Allah, ga usah tanya yang macem-macam dulu solusinya gimana, tanya aja Allah dulu. *Kejar Allah dulu, sampaikan semua keinginan kita, curhat kita*. Dengan adanya masalah, Allah cuma ingin berdekatan sama kita. Dan *nantinya masalah kita akan diselesaikanNya apapun level kedekatan kita*.

Trus mas, kenapa sih Allah suka dekat-dekatan sama kita ketika kita susah aja?

Loh... Bukannya pertanyaannya kebalik, ya?

*Kalo Allah bilang gini, abis kamu kalo lagi bahagia trus lupa deh sama Aku (Allah). Akhirnya Allah kasih deh kesusahan biar kita kembali mendekat padaNya.* 

Makanya kawan, kalo sekarang hidupmu lagi mudah, jangan terlena trus lalai kepada Allah, sholat malas, ngaji jarang, sedekah kurang, doa apalagi... 

*Itulah sifat manusia kalo lagi di atas dia akan lupa. Makanya Allah timpakan masalah agar manusia kembali pada Allah.*

Ga enak kan kalo berdekatan sama Allah, caranya harus dikasih masalah dulu?
๐Ÿ˜ญ

Paham, ya?

Jadi kalo kawan mau umroh, jangan cari uangnya dulu, tapi cari yg punya Ka'bah.

Kalo kawan punya hutang milyaran, yang dicari jangan uangnya dulu, tapi carinya Allah.

Jika kawan punya keinginan belom terwujud maka jangan cari orang lain buat bantu kawan, tapi carilah Allah yang punya segala solusi.

Paham ya, kawan?๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Lanjut lagi tentang kisah Siti Hajar...

*Kenapa sih ZamZamnya justru keluar di tempat yg lain, yaitu di kaki ismail? Bukan di antara Shafa dan Marwa?*

*Hikmahnya adalah bahwa ikhtiar itu sebenenrya tidak ada kaitannya dengan solusi, solusi itu mutlak dari Allah!*

Banyak dari kita saat ini yang ikhtiar justru berharap keluar zam zam dari ikhtiarnya. Memang sih keluar air, tapi cuma air mancur.

*Kalo kita berikhtiar dan fokusnya bukan ke ikhtiar itu melainkan hanya pada Allah saja, maka siap-siaplah kawan-kawan akan dikasih solusi dari tempat lain yang ga disangka-sangka!*

So... Mulai saat ini, tugas kita adalah ber-sa'i. Biarlah Allah yang mengatur hasilnya, maka insyaa Allah nanti zam zam yang akan didapat adalah yang lebih berkah dan berlimpah.

Dan seharusnya juga setelah kawan-kawan sampai pada materi ini, semestinya level Spiritual awarenes kawan-kawan sudah naik. Mulai saat ini, apapun yang kawan dengar dan kawan rasakan kemudian hati berbisik untuk mendorong bergerak melakukan sesuatu, maka jangan ditunda-tunda lagi. Karena bisa jadi Allah ingin memberikan pertolongan untuk Anda melalui hal tersebut.

Menurut kawan-kawan, bisa ga kawan memungut sampah dijalan kemudian dengannya bisa umroh? 

Bisa!!

Bisa ga ketika kawan-kawan bertemu dengan nenek-nenek mau nyebrang kemudian kawan tolong dan denganya malah hutang kawan jadi lunas? 

Bisa!!

Makanya mulai sekarang bantu nenek-nenek, yaaa ๐Ÿ˜‰

Nah, bagaimana sih cara meningkatkan sensor kewaspadaan kita akan nenek-nenek ini?

Kang Helmy trainer PPA memberikan tips khusus yaitu dengan meningkatkan kesyukuran kepada nikmat Allah. Maksudnya adalah ketika kawan sedang dilanda masalah, pasti fokus kita kan condong ke masalah tersebut?

Nah dengan mensyukuri apa yang Anda punya sekarang, contohnya; udara, uang, anak, pasangan, karir, nikmatnya makan, nikmatnya melihat dan lain-lain maka sebenernya kawan sedang mengkondisikan diri Anda untuk *pindah fokus kepada nikmat Allah* sehingga bisa menjadi *Be Right Here and Now* dan janji Allah ketika kita bersyukur atas nikmat yang ada, bisa jadi akan diselesaikaNya masalah kita. (Nikmat ditambah)

Inget... *Kadang masalah kita itu timbul karena kita kurang bersyukur!*dan ketika sudah diambil atau ditahan, barulah kita bersyukur?

Wallohu a'lam bishowab.

(Besok bersambung ke cara yang Bathin, ya kawan)

Reza Novary
*Sahabat Baitullah*

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan