TERIAKAN ITU MEMATIKAN

Mardigu Wowiek, [22.05.18 11:53]
TERIAKAN ITU MEMATIKAN ROH

Tiba di kepulauan Solomon, sebuah negara di tengah Melanesia demi informasi ULMWP. Saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon.

Nah, penduduk yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik. Kebiasaan itu adalah "meneriaki pohon". 

Untuk apa? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan, apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat. Pohon yang kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak, atau benda tajam lainnya.

Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuannya supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. 

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu, perlahan-lahan daunnya mulai mengering. Setelah itu, dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau diperhatikan, apa yang dilakukan oleh penduduk Solomon ini sungguhlah aneh. Namun, kita bisa belajar satu hal dari mereka. 

Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati.

Nah. Sekarang, yang jelas dan perlu diingat bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? orang dikeliling anda atau siapapun?
Ayo cepat !
Dasar lelet !
Bego banget sih ! Begitu aja nggak bisa dikerjakan ?
Jangan main-main disini !
Berisik !

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati?
Suami/istri seperti kamu nggak tahu diri!
Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa!
Aduuuuh, perempuan / laki kampungan banget sih!?

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :
Goblok, soal mudah begitu aja nggak bisa ! Kapan kamu jadi pinter?!

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal :
Eh tahu nggak ?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku nggak bakal nyesel !
Ada banyak yang bisa gantiin kamu !
Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?

Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. 

Mereka mengajari kita sesuatu yang penting. Bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita, perlahan -lahan dna pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan anda.

Dalam kehidupan sehari-hari. Teriakan, hanya di berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya. Benar?

Nah, mengapa orang yang marah dan emosional mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka dekat bahkan hanya bisa dihitung dalam centimeter. 
Mudah menjelaskannya.

Pada realitanya, meskipun secara fisik, dekat tapi sebenarnya hati begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak! 

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. 

Kita berteriak karena kita ingin melukai. Kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang, jika tetap ingin roh pada orang yang anda sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan - teriakan. 

Dengan berteriak kepada orang lain, ada dua kemungkinan balasan yang anda akan terima. Anda akan dijauhi. Atau anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang kita ciptakan kehidupan yang damai, tanpa teriak. Berhentilah berteriakn. Teriakan itu mematikan roh. # peace

Golongan Darah

Di Jepang, seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. 

Kenapa? 

Karena golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi.

*SIFAT ORANG DARI GOL DARAH SECARA UMUM*

*Kepribadian :*
A : terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas karena sifatnya yang perfeksionis. 
B : Santai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup. 
O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil. 
AB : unik, suka hal aneh, banyak akal, berkepribadian 

*Yang paling susah mentolerir kesalahan orang :*
1. A (karena perfeksionis dan narsismenya terlalu besar) 
2. B (karena easy going tapi juga easy judging/gampang menghakimi) 
3. AB (karena asal beda) 
4. O (karena judgemental tapi juga forgives easily/gampang memaafkan) 

*Yang paling bisa dipercaya :*
1. A (krn konsisten dan taat hukum) 
2. O (demi menjaga balance) 
3. B (demi menjaga kenikmatan hidup) 
4. AB (mudah ganti frame of reference)

*Yang paling disukai utk jadi teman :*
1. O (orangnya sportif) 
2. A (selalu tepat waktu) 
3. AB (kreatif) 
4. B (tergantung mood)

*MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN*

*Yang paling mudah kesasar/ tersesat :*
1. B
2. A
3. O
4. AB

*Yang paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:*
1. O (jago olah raga)
2. A (matematis)
3. B (tak terpengaruh tekan an dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergolongan darah B)
4. AB (alergi pada setiap jenis olah raga)

*Yang paling banyak jadi direktur dan pemimpin :*
1. O (karena berjiwa leader dan problem-solver) 
2. A (karena menghargai waktu dan teliti) 
3. B (karena sensitif dan mudah ambil keputusan) 
4. AB (karena kreatif dan suka ambil resiko)

*Yang paling senang menabung :*
1. A (suka menghitung bunga bank) 
2. O (suka melihat prospek) 
3. AB (menabung krn punya proyek) 
4. B (baru menabung kalau punya uang banyak)

*Yang paling kuat ingatannya :*
1. O    2. AB   3. A   4. B

*MENYANGKUT KESEHATAN*

*Yang paling panjang umur :*
1. O (gak gampang stress, antibodynya paling kuat) 
2. A (hidup teratur) 
3. B (mudah cari kompensasi  stress) 
4. AB (amburadul)

*Yang paling gampang gendut :*
1. O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi) 
2. B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak) 
3. A (hanya makan apa yg ada di piring, terpengaruh program diet) 
4. AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)

*Paling gampang digigit nyamuk :*
O (darahnya manis)

*Yang paling gampang flu/demam/batuk/pilek :*
1. A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular) 
2. AB (lemah thd kebersihan) 
3. O (makan apa saja enak atau nggak enak) 
4. B (makan, tidur nggak teratur)

*Apa yang dimakan pada acara makan di sebuah pesta :*
1. O (ambil protein hewani, pokoknya segala jenis daging)
2. A (ambil yg berimbang. 4 sehat 5 sempurna) 
3. B (suka ambil makanan yg banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb) 
4. AB (hobby mencicipi semua masakan, mumpung gratis)

*Yang paling cepat botak :*
1. O
2. B
3. A
4. AB

*Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :*
1. B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
2. AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
3. A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
4. O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)

*Yang paling cepet tertidur :*
1. B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur) 
2. O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah ngantuk) 
3. AB (tergantung kehendak) 
4. A (tergantung aturan) 

*Penyakit yang mudah menyerang :*
1. A (stress, gila/linglung) 
2. B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru) 
3. O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut) 
4. AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)

*Apa yang perlu dianjurkan agar tetap sehat :*
1. A (Krn terlalu perfeksionis maka santailah sesekali, tidak usah terlalu tegang dan serius) 
2. B (Krn terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur) 
3. O (Krn daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan) 
4. AB (Krn gampang capek, maka perlu cari kegiatan yg menyenangkan dan bikin lega).

*Yang paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian):*
1. A
2. B
3. O
4. AB 

Analisis ini cukup akurat.

Ayo, dilihat golongan darah masing-masing.
๐Ÿ‘๐Ÿ˜ƒ
======

Asia Berkembang dengan syarat ...

Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya *"Why Asians Are Less Creative Than Westerners" (2001)* yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi "best seller", mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang :

1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). 
Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila *lebih banyak orang menyukai* cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. 
Tidak heran pula bila *perilaku koruptif* pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yg wajar.

3. Bagi orang Asia, pendidikan *identik dengan hafalan* berbasis "kunci jawaban" *bukan pada pengertian*. 
Ujian Nasional, tes masuk PT dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa *diharuskan hafal* rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya *bukan diarahkan untuk memahami* kapan dan bagaimana menggunakan rumus-rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Asia *dijejali sebanyak mungkin* pelajaran. Mereka *dididik menjadi "Jack of all trades, but master of none" (tahu sedikit- sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun).*

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia *bisa jadi juara dalam Olimpiade Fisika, dan Matematika*. 
Tapi *hampir tidak pernah ada orang Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.*

6. *Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU).* Akibatnya *sifat eksploratif* sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan *keberanian untuk mengambil risiko kurang dihargai.*

7. Bagi kebanyakan bangsa Asia, *bertanya artinya bodoh*, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah.

8. Karena *takut salah dan takut dianggap bodoh*, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta Asia jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir peserta mengerumuni guru/narasumber untuk minta penjelasan tambahan.

Dalam bukunya Profesor Ng Aik Kwang *menawarkan beberapa solusi* sebagai berikut:

1. *Hargai proses*. Hargailah orang karena pengabdiannya bukan karena kekayaannya.

2. *Hentikan pendidikan berbasis kunci jawaban*. 
_Biarkan murid memahami *bidang yang paling disukainya.*_

3. *Jangan jejali murid dengan banyak hafalan*, apalagi matematika. 
Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihafalkan? 
*Biarkan murid memilih sedikit mata pelajaran tapi benar-benar dikuasainya*.

4. *Biarkan anak memilih profesi berdasarkan PASSION (rasa cinta) nya pada bidang itu*, bukan memaksanya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang.

5. *Dasar kreativitas adalah rasa penasaran berani ambil resiko*. AYO BERTANYA!

6. *Guru adalah fasilitator*, _*bukan dewa*_ yang harus tahu segalanya. 
Mari akui dengan bangga kalau KITA TIDAK TAHU!

7. *Passion manusia adalah anugerah Tuhan*...
sebagai orang tua kita *bertanggung-jawab untuk mengarahkan* anak kita _untuk menemukan passionnya dan mensupportnya._

_Mudah-mudahan dengan begitu, kita *bisa memiliki anak-anak dan cucu yang kreatif, inovatif tapi juga memiliki integritas dan idealisme tinggi*

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan