banner

ADSTERRA

banner

#Harapan Yang Dirindukan #Mutiara


SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK

Sekitar Empat tahun yang lalu tepatnya di awal Ramadhan 1433 H Saya mengikuti kuliah subuh di Masjid dekat rumah. Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana.
Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.
Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas?
Rektor menjawab, _"paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 1.5 - 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi."_
_"Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya?"_ Tanya Sang Ulama.
_"Iya!!!"_, jawab rektor tersebut.
_"Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat?"_ Tanya kembali Sang Ulama.
_"Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya."_
_" Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami."_ Jawab si rektor.

_"Jika Lulus SMP bagaimana?"_

_"Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service,"_ jawab kembali si rektor.

_"Kalau SMA bagaimana?"_

_"Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan"_ lanjut si rektor.

_"Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?"_ Bertanya kembali Sang Ulama.

_"Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan"_ kata si rektor.

_"Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?"_ Tanya kembali sang Ulama.

_"Iya betul !!!!"_ jawab si rektor.

_"Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan"_
_"Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur'an, apakah bisa hapal 30 juz?"_ Tanya Sang Ulama.

_"In shaa Alloh bisa"_ jawab si rektor dengan yakin.

_"Apakah ada hafidz Qur'an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?"_ Kembali tanya Sang Ulama.

_"Tidak ada !!!"_, jawab si rektor.

_"Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun?"_

_" Bisa !!!"_, jawab si rektor.

_"Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur'an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service?"_

_" Tidak ada !!!"_, jawab kembali si rektor.

_"Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur'an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur'an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik?"_ Tanya kembali ulama tersebut.

_"Tidak ada !!!"_, jawab si rektor.

Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

_"Anda mulai paham maksud Saya?"_

_" Ya !!!"_, jawab si rektor.

_"Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu?"_

_" Kurang lebih 2-3 jam"_ jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor...

_"jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi mengutamakan orientasi akhirat karena jika Kita berfokus pada akhirat inshaa Alloh dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.Pelajari Al-Qur'an karena orang yang mempelajari Al-Qur'an, Alloh akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya. "_

_"Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur'an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Alloh yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur'an.Hafidz Qur'an adalah salah satu karyawan Alloh dan Alloh sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. "_

_"Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan."_

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut.

Mari kita didik diri dan keluarga kita dengan Sistem Pendidikan Terbaik.
Semoga bermanfaat, dan dapat dijadikan rujukan bagi guru dan orang tua kaum muslimin.



www.msfirmansyah.blogspot.com
www.baitulquran-magetan.com

Dakwah itu...

📚 *DAKWAH ITU...*

🎯 *Dakwah itu,* *membina, bukan menghina…*
*Dakwah itu, mendidik, bukan 'mendelik'…*
*Dakwah itu, mengobati, bukan melukai...*
*Dakwah itu, mengukuhkan, bukan meruntuhkan…*
*Dakwah itu, menguatkan, bukan melemahkan…*

🎯 _*Dakwah itu, mengajak, bukan mengejek…*_
_*Dakwah itu, menyejukkan, bukan memojokkan...*_
_*Dakwah itu, mengajar, bukan menghajar...*_
_*Dakwah itu, belajar, bukan kurang ajar...*_
_*Dakwah itu, menasehati, bukan mencaci maki…*_
_*Dakwah itu, merengkuh, bukan menuduh...*_
_*Dakwah itu, bersabar, bukan gusar…*_

🎯 *Dakwah itu, argumentative, bukan provokatif...*
*Dakwah itu, bergerak cepat, bukan sibuk berdebat…*
*Dakwah itu, realistis, bukan fantastis...*
*Dakwah itu, adu konsep di dunia nyata, bukan adu mulut dan olah kata...*

🎯 _*Dakwah itu, mencerdaskan, bukan mencemarkan…*_
_*Dakwah itu, menawarkan solusi, bukan mengumbar janji...*_
_*Dakwah itu, berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan...*_
_*Dakwah itu, menghadapi masyarakat, bukan membelakangi masyarakat...*_

🎯 *Dakwah itu, memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru...*
*Dakwah itu, mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan…*
*Dakwah itu, pandai memikat, bukan mahir mengumpat...*

🎯 _*Dakwah itu, menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan...*_
_*Dakwah itu, menutup aib dan memperbaikinya, bukan mengumpat aib dan menyebarkannya...*_

🎯 *Dakwah itu, menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran...*
*Dakwah itu, apresiasi terhadap langkah positif, bukan mencari-cari motif…*

🎯 _*Dakwah itu, mendukung semua proyek kebaikan, bukan memunculkan keraguan...*_
_*Dakwah itu, memberi senyum manis , bukan menjatuhkan vonis….*_
_*Dakwah itu, berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat…*_

🎯 *Dakwah itu, menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan...*
*Dakwah itu, kompak dalam perbedaan, bukan ribut atas nama persatuan…*
*Dakwah itu, menghadapi musuh, bukan mencari musuh…*
*Dakwah itu, mencari teman, bukan memusuhi teman…*
*Dakwah itu, melawan kesesatan, bukan berbicara menyesatkan…*
*Dakwah itu, menjulurkan tangan, bukan menjulurkan lidah…*

🎯 _*Dakwah itu, asyik dengan kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian…*_
_*Dakwah itu, menampung semua lapisan, bukan mengkotak-kotakkan…*_

🎯 *Dakwah itu, kita mengatakan...*
*"aku cinta kamu"…* *bukan…*
*"aku benci kamu.."*

🎯 _*Dakwah itu, kita mengatakan...*_
_*"Mari bersama kami…"*_
*bukan...*
_*"Kamu harus ikut kami..."*_

🎯 *Dakwah itu, dapat di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga di tempat kebanjiran….*
*Dakwah bukan hanya di pengajian…*

_*Semoga bermanfaat dan tambah barokah segalanya...*_

*امين يا رب العالمين...*


www.msfirmansyah.blogspot.com
www.baitulquran-magetan.com

PROMOSI

Ada Kavling Murah, Bebas Banjir kecuali Banjir nikmat ???  Rugi Klo tidak  baca dan ayo segera DP, ajak Keluarga dan temen2nya.

PERUMAHAN EKSKLUSIVE "FIRDAUS REGENCY".
HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERKAH.

🏠🏤🏬🏡⛺

Tersedia 4 TYPE:
1. Jannatun Na'i'm
2. Jannatul Ma'wa
3. Jannatul Firdaus
4. Jannatun 'Adn
(Semua Type Ready Stock)

FASILITAS:
1⃣Sungai susu Salsabila
2⃣Danau indah Kautsar
3⃣Pasif income bg semua penghuni
4⃣View Tak Terbatas
5⃣Akses Masuk 8 Pintu
6⃣Taman Main Anak2 Sholeh/Shalihah
7⃣Taman Jutaan Hektar dg buah Segar, Nikmat & Siap Santap dll.
8⃣Bonus Bidadari2 yang cantik jelita
9⃣Hak milik Selama2nya (Abadi)

SYARAT Pemesanan:
👉 Taubat & Kembali kpd Jalan-Nya.
👉 Berpegang Teguh Agama-Nya.
👉 Melaksanakan Syari'at-Nya.
👉 Rejeki yang Halal & Thoyib.

DP:
👉100% Sholat Fardhu & Sunah
👉2,5% Sisihkan harta utk Zakat
👉100% Rajin bershodaqoh & Infaq
👉100% Sempatkan waktu utk membaca Al-Quran, Mengejar Ilmu, Beramal sholeh, Silaturahim, Mendoakan ke-2 Ortu, Berdakwah & Jauh dari maksiat juga menghindari fitnah.

Waktu sangat terbatas !
(karena dibatasi oleh KEMATIAN)

Stock Hunian Tak Terbatas !
Di jamin Bebas Roaming !

Alamat KONTAK:
Sholat Tahajud setiap malam.

Alamat CABANG:
Masjid2, Musholla, Ponpes, Majlis 'ilmu, Majlis Dzikir.

Inilah sebaik-baik tempat tinggal.

Ayo segera DP skrg juga, tidak perlu menunggu tua atau kaya atau pejabat, atau pinter.

Salam Fastabiqul Khoiroot.

Rasulallah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikanya sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
(HR. Al-Bukhari).

Semoga bermanfaat.

www.msfirmansyah.blogspot.com
www.baitulquran-magetan.com

Yang PERTAMA di dunia ISLAM

30 ORANG YANG
PERTAMA DALAM ISLAM
---------------------------------
1. Orang yang pertama menulis
Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air
zamzam :
Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama
berkhitan :
Nabi Ibrahim AS
4. Orang yang pertama diberikan
pakaian pada
hari qiamat :
Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil
oleh Allah
pada hari qiamat :
Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama
mengerjakan sa'i antara Safa &Marwah :
Sayyidatina Hajar
7. Orang yang pertama
dibangkitkan pada hari
qiamat :
Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi
Khalifah Islam :
Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama
menggunakan Kalender
Hijrah :
Umar bin Al-Khattab
10. Orang yang pertama
meletakkan Jabatan khalifah
dalam Islam :
Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama
menyusukan Nabi Muhammad
SAW :
Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan lelaki :
Haris bin Abi Halah
13. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan
wanita :
Sumayyah binti Khabbat
14. Orang yang pertama menulis
hadis di dalam kitab /
lembaran :
Abdullah bin Amru bin Al-Ash
15. Orang yang pertama memanah
dalam perjuangan
fisabilillah :
Saad bin Abi Waqqas
16. Orang yang pertama menjadi
muazzin dan
menyerukan adzan: Bilal bin
Rabah
17. Orang yang pertama
sembahyang dengan Rasulullah
SAW :
Ali bin Abi Tholib
18. Orang yang pertama membuat
mimbar masjid Nabi
SAW :
Tamim Ad-dary
19. Orang yang pertama
menghunus
pedang dalam
perjuangan fisabilillah : Zubair
bin Al-
Awwam
20. Orang yang pertama menulis
sejarah Nabi Muhammad SAW :
Ibban bin Othman bin Affan
21. Orang yang pertama beriman
dengan Nabi
SAW :
Khadijah bt Khuwailid.
22. Orang yang pertama
menggagas usul fiqh :
Imam Syafi'i RH.
23. Orang yang pertama membina
penjara dalam Islam:
Ali bin Abi Tholib
24. Orang yang pertama menjadi
raja dalam Islam :
Muawiyah bin Abi Sufyan
25. Orang yang pertama membuat
perpustakaan umum:
Harun Ar-Rasyid
26. Orang yang pertama
mengadakan baitulmal : Umar bin Khattab
27. Orang yang pertama
menghafal Al-Qur'an setelah
Rasulullah SAW :
Ali bin Abi Tholib
28. Orang yang pertama membangun
menara di Masjidil
Haram Mekah:
Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur
29. Orang yang pertama digelar
Al-Muqry :
Mus'ab bin Umair
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga :
Nabi Muhammad SAW.


www.msfirmansyah.blogspot.com
www.baitulquran-magetan.com

Inspirasi dr seorang orangtua

*Assalamu'alaikum*

Reading...,
IBU OPTIMIS

Suatu hari di dalam sebuah obrolan ringan, saya sempat bertanya pada suami, "Ibunya Pak Habibie itu kayak gimana sih ya? Pingin deh tahu tentang apa yg sudah beliau lakukan sampai anaknya 'jadi orang' begitu?". Saya mencoba mencari buku "BJ Habibie, Mutiara Dari Timur" yg pernah saya baca 20 tahun lalu dari rak buku Papa, mencoba menemukan jawabannya, tapi tak ketemu juga buku itu.

Lama waktu berselang, sekitar setahun sejak ngobrol santai itu, suamiku mengirimkan pesan lewat Whatsapp sambil menyertakan secuplik rekaman suara. Rupanya rekaman suara Pak Habibie di acara Mata Najwa edisi Ulang Tahun Pak Habibie ke-80. "Itu jawaban yang dari dulu kamu cari-cari", katanya saat mengirimkan saya rekaman suara itu.

Benar saja, di acara Mata Najwa, Pak Habibie bercerita tentang ibunya yang sangat optimis, tegar dan hebat. Pak Habibie mengenang situasi saat ayahnya meninggal dunia, ibunya bersumpah di hadapan halayak yg hadir saat itu bahwa akan membesarkan anak-anak termasuk yg di dalam kandungan dengan tangannya sendiri, serta berjanji akan mengantarkan semua anaknya menjadi orang yg berguna bagi bangsa dan agama. Doa dan tekad seorang ibu optimis.

Pak Habibie juga bercerita tentang pengalaman pertamanya merantau. Saat usia 14 tahun, Rudy Habibie remaja diantar ke pelabuhan untuk merantau ke Jakarta. Saat menyaksikan Rudy Habibie yg menangis tak mau berpisah dengan ibunya, ibu RA Tuti Marni Puspowardojo itu bilang, "Rudy sedih? Mami lebih sedih lagi, tapi Mami harus lakukan ini demi masa depanmu". Lagi-lagi, bu Tuti rupanya bukan tipe ibu-ibu galau seperti saya, yg anak masuk sekolah pertama saja cemasnya minta ampun. Betapa dari certia Pak Habibie itu, tergambar sangat keberanian dan kebesaran hati seorang ibu optimis. Ditinggalkan suami dengan 8 anak yg masih kecil-kecil, tetapi masih bisa berpikir jernih, tegar, dan visioner. Luar biasa!

Selesai dari Mata Najwa, kehebatan ibu Tuti muncul lagi dalam beberapa scene yg saya saksikan di film Rudy Habibie (Habibie Ainun 2). Bagaimana ia dengan sangat bijaksana membangkitkan semangat Rudy muda saat di titik terendah dalam perjalanan studinya dan kehidupannya di negeri seberang. "Mami yakin Rudy pasti bisa, tunjukkan kamu sebenernya", ucapan sang ibu itu hanya berbalas tangisan pilu sang anak di rantau. Pun ketika ditanya orang tentang Rudy yg akan membuat pesawat terbang, sang ibu dengan gagah dan optimis mengoreksinya "Rudy bukan mau bikin pesawat terbang, tapi INDUSTRI pesawat terbang", katanya mantap.

Sekarang, kita jadi tahu, betapa ada ibu yg luar biasa yg membesarkan seorang Habibie kecil itu menjadi orang yg besar. Doa, optimisme, dan tekad membaja dalam membesarkan anak untuk menjadi orang yg berguna bagi bangsa dan agama, kiranya terkabul sudah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin banyak menjumpai peristiwa serupa Ibu Tuti dan Rudy Habibie tadi. Tak jarang kita dengar kisah dari kawan, saudara, atau orang yg baru kita kenal sekalipun, tentang doa-doa dan harapan seorang ibu pada anaknya yg kemudian menjadi kenyataan. Bahkan kadang, tak perlu jauh-jauh, bisa jadi hal serupa terjadi pada perkataan orang tua kita sendiri.

Saya ingat, ketika dulu berada di kebingungan menjelang lulus SMA, saya bertanya pada Mama tentang kemana saya kelak akan berkuliah. Rupanya Mama dengan penuh percaya diri bilang, "Kata Mama mah teteh nanti masuk UI, jadi alumni UI, pokoknya berprestasi di UI".  Lha.. Saya cuma nyengir saja. Sebagai anak SMA di Bandung, UI tidak pernah ada dalam pikiran, cita-cita saya waktu itu kalau tidak ITB ya Unpad. Apa daya ternyata pada akhirnya saya harus akui ternyata Allah lebih ridho pada doa Mama.

Hal yg sama dialami pula oleh suami saya. Dulu, jauh hari sebelum suamiku itu lulus kuliah sarjana, Ibu yg saat itu di Melbourne menemani Bapa di tengah studi doktoral, pernah bekerja sampingan sebagai cleaner di KJRI Melbourne. Waktu itu ibu bilang, "suatu hari Aa akan duduk di sini", sambil menunjuk kursi Konjen Melbourne yg ia bersihkan. Sidqi, suamiku itu rupanya tak pernah bercita-cita jadi diplomat meski ia berkuliah di jurusan hubungan internasional. Menjadi dosen di kota adem ayem sepeti Jogja sepertinya lebih ia senangi, ketimbang menjadi Diplomat -  PNS Kementrian Luar Negeri -  dan tinggal di kota macet dan padat sepeti Jakarta dan Depok. Lagi-lagi, rupanya Allah mengabulkan doa Ibu untuknya, bukan jadi konjen Melbourne sih, tapi betul terkabul jadi diplomat. Hehe.

Saya jadi berpikir, saya punya doa apa untuk anak-anak saya? Saya punya keyakinan sebesar apa pada masa depan anak-anak saya? Seberapa besar rasa percaya diri saya akan keberhasilan anak-anak saya kelak? Ketika anak saya belum bisa baca sementara anak tetangga sudah bisa, saya galau. Ketika anak saya masih malu-malu tampil di atas panggung sementara anak lain tampil penuh percaya diri, saya cemas. Ketika anak-anak lain seusia anak saya bertubuh lebih tinggi dan besar, saya khawatir. Ketika anak saya bertingkah tak menyenangkan sementara anak lain tampak sangat manis, saya iri. Aaaaah... Dan masih banyak lagi rupanya hal lain yg saya khawatirkan. Sampai-sampai di tengah kesal, sempatnya batin terpikir, "mau jadi apa kau nanti, Nak?". astaghfirullah...

Memang, adalah manusiawi rasanya ketika kita sedih, khawatir, dan mencemaskan masa depan anak-anak kita. Akan tetapi, dari siapa lagi keyakinan itu muncul jika tidak dimulai dari kita sendiri, ibunya, bukan? Seseorang yg telah mengandungnya, melahirkannya, menyusuinya, mendidiknya, menemani hari-harinya, dan seterusnya. Jika kita saja pesimis, pada siapa lagi anak-anak berharap optimisme itu? Padahal, optimisme Ibu kiranya semacam doa tanpa penghalang pada Sang Maha Pengabul Doa. Karena itu, ditengah segala cemas takut dan ragu, tidak kah kita yg seharusnya menjadi orang pertama yg harus yakin akan kesuksesan dan keselamatan ananda untuk dunia dan akhiratnya?

Ibunda Pak Habibie, Mama, dan Ibu, mungkin hanya sedikit contoh kecil saja dari para ibu optimis itu. Optimisme dan doa dari Ibu yg seperti apa? Mungkin tak pada semua Ibu, tetapi ada pada ibu yg syurga tak hanya ada di telapak kakinya, tetapi senantiaa menjaga kebaikan dalam ucapan, perbuatan, dan teladan tingkah lakunya. Kiranya Allah ada bersamanya.

Serang,
19 Juli 2016
Mia Saadah

Hasil bc

www.msfirmansyah.blogspot.com
www.baitulquran-magetan.com

Living Long. Living Good

Morning Inspiration

Dr. Shigeaki Hinohara bukan dokter biasa. Dia adalah aset nasional Jepang! Lahir tahun 1911, ia berusia 105 pada tahun ini, 2016. Dia mungkin merupakan dokter dan pendidik tertua & terlama di dunia. Dr.Hinohara telah menerbitkan lebih dari 150 buku, salah satunya adalah best-seller "Living Long, Living Good" yang terjual lebih dari 1,2 juta copy.

Ini adalah protokol menyegarkan dari Dr. Hinohara mengenai hidup dengan umur panjang dan bahagia, yang bebeda dari panduan gaya hidup sehat pada umumnya.

1. "Energi berasal terutama dari perasaan yang baik."

Anak2 sering ber-senang2 sampai lupa makan atau tidur. Kita harus meniru anak2, mengurangi aturan seperti waktu makan dan waktu tidur. Have more fun!

2. "Jangan kelebihan berat badan."

Orang2 yang berumur panjang tidak overweight. Dr. Hinohara berhati-hati dengan makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi & susu, jus jeruk + 1 sendok makan minyak zaitun. Ia percaya zaitun sangat bagus untuk arteri & kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dengan beberapa kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan & nasi. Dan 2x seminggu, dia 'menghadiahkan' dirinya dengan 100g daging.

3. "Selalu membuat rencana ke depan."

Dr.Hinohara selalu membuat jadwal setahun, dengan ceramah, kerja di RS dan pertemuan2. Ia suka menghibur dirinya dan merencanakan menghadiri Olimpiade Tokyo thn 2020!

4. "Anda tidak harus pensiun."

Jika anda ingin pensiun, lakukanlah pada usia yang lebih tua, bukan di umur 65.

5. "Berbagilah apa yang Anda ketahui."

Dr.Hinohara memberikan 150 kuliah setahun, beberapa bahkan untuk anak2 SD dan komunitas bisnis. Ia memberikan kuliah sambil berdiri sampai 90 menit. Dia percaya berdiri membuatnya kuat.

6. "Jangan percaya semua yang dikatakan/dianjurkan dokter Anda."

Dokter tidak dapat menyembuhkan semua orang. Sering penyakit itu bersifat individual

7. "Agar tetap sehat, pilhlah tangga daripada lift dan bawa sendiri barang2 Anda."

Ini adalah bentuk latihan kaki dan otot-otot paha.

8. "Carilah inspirasi."

Dr.Hinohara terinspirasi oleh puisi Robert Browning "Abt Vogler" yang menyarankan untuk merencanakan sesuatu yang besar bahkan yang anda tidak bisa menyelesaikannya saat masih hidup.

9. "Rasa sakit itu misterius."

Cobalah mengatasi rasa sakit dengan melupakannya. Jika seorang anak kecil sakit gigi, dan Anda mengajak dia bermain, ia akan segera melupakan sakitnya. Di rumah sakit Dr. Hinohara, ada terapi musik dan kelas seni.

10. "Jangan mabuk dengan materi."

Tidak ada yang tahu sampai kapan Anda hidup, dan Anda tidak dapat membawa apa2 ketika meninggal.

11. "Ilmu saja tidak dapat menyembuhkan orang."

Ilmu memperlakukan sama semua orang, padahal penyakit bersifat individual. Untuk dapat menyembuhkan seseorang, dokter perlu lebih liberal dan visual.

12. "Hidup sukar diduga dan penuh dengan insiden."

Ketika berusia 59 tahun, Dr. Hinohara berada di pesawat yang dibajak. Ia diborgol 4 hari di tempat duduknya di bawah panas 40 derajat. Ia menganggap itu sebagai eksperimen dan kagum bagaimana tubuhnya beradaptasi dengan situasi krisis.

13. "Carilah model peran."

Salah satu model peran Dr.Hinohara adalah ayahnya yang pergi ke Amerika tahun 1900 untuk belajar di Duke University. Kita harus punya tujuan untuk mencapai lebih dari yang 'bisa' dicapai.

14. "Hidup lama itu sangat menyenangkan."

Dalam usia lanjut, kita harus berusaha melayani masyarakat. Sejak usia 65, Dr. Hinohara telah bekerja sebagai sukarelawan. Dia masih aktif 18 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan ia menikmati setiap menit dari hidupnya.
Hidup adalah anugerah Tuhan muliakan DIA dgn segala yg dititipkan pdmu
Have a wonderful life all 💕
Salam Hidup Mantap.

www.msfirmansyah.blogspot.com
www.baitulquran-magetan.com

#Sadar Kaya


MENTAL KAYA...
by ippho santosa......


Pernahkah
sesama orang pelit
bersatu, misal membuat asosiasi atau komunitas?

Hehe..
nggak pernah.

Ternyata
orang pelit saja
nggak suka sama orang pelit lainnya.
Betul?

Apalagi
orang dermawan!

Orang pelit,
adakah gunanya?

"Orang dermawan dan orang pelit, semuanya berguna bagimu.

Orang
dermawan,
memberimu pertolongan.

Orang pelit,
memberimu pelajaran.

Siapkan dirimu. Sesederhana itu."

Demikianlah pesan guru saya beberapa tahun yang lalu.

Sebelum anda mengikuti pesan-pesan pada tulisan ini, ada baiknya anda memilih posisi duduk yang nyaman.

Bukan apa-apa.
Agar tulisan berikut bisa anda nikmati dan hayati sepenuh hati.

Boleh?

Dan ini
pertanyaan pertama saya:

anda
pilih mana,
mentraktir atau ditraktir?

Begini...

Kalau
kita minta2,
otak bawah sadar
akan merekam,

"Aku
tidak mampu
dan pantas dikasihani."

Kemampuan kita akan melemah.

Sayangnya, betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap begitu.

Jangan-jangan anda juga termasuk, hehehe.

Hm, ngarep-ngarep ditraktir, malu dikit napa?

Ayo
miliki
#MentalKaya!

Diberi,
yah terima.

Nggak diberi,
jangan ngarep-ngarep,
jangan minta-minta.

Nabi Muhammad sering diberi hadiah dan itu diterima oleh Nabi.

Tapi, Nabi nggak pernah minta-minta.

Harga diri pun terjaga.

"Sesiapa yang meminta sesuatu kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka ia telah memakan bara api,"
(HR Ahmad)

Traktir dong!
Minta dong!
Gratis dong!
Oleh-oleh dong!

Pernah mendengar kalimat-kalimat itu?

Sering kayaknya.

Awal-awalnya cuma iseng, lama-lama jadi kebiasaan. Berurat-berakar.

Ketika kemudian diingatkan, sudah tidak mempan lagi.

Misal :
kita perlu
atau mau sesuatu,
tapi nggak punya uang, terus gimana?

Yah kerahkan tenaga.

Umpama,
anda ingin nonton konser Afgan atau Wali,
tapi nggak punya uang.

Yah kerahkan tenaga.

Dekati panitianya dan jadilah penjual tiketnya (reseller).

Begitu terjual 5 atau 10 tiket, sepertinya anda boleh masuk secara cuma-cuma.

Sekali lagi,
~ kerahkan tenaga anda,
~ berikan jasa anda.

Bukan memelas apalagi memamerkan kemiskinan.

Maaf,
ini contoh saja.
Agar anda dan saya punya mental kaya.

Oleh
karena itu,
Janganlah minta2 pulsa,
apalagi minta-minta saham. Maaf, sedikit ngelantur, hehehe.

Ingat ini.
Walaupun kaya,
tapi ia masih minta-minta pada sesama dan mempermalukan diri,

itulah mental miskin.

Kalau
mental kaya?
Walaupun belum kaya,
ia terus berbagi dan menjaga harga diri.

Anda pilih mana?

Saya menulis ini bukan untuk nyinyir atau nyindir siapapun.

Apalagi saya pribadi pernah hidup miskin selama belasan tahun.

Satu hal lagi.

Sahabat sejati akan selalu men-support bisnis temannya.

Ini juga mental kaya.

Bukannya malah murah-murahin. Sekiranya teman ngasih diskon,
yah terima.

Te-ri-ma.

Tapi kita jangan minta-minta apalagi sampai murah-murahin.

Kan kasihan teman kita.

Wong bisnisnya belum gede-gede amat.

Dulu teman saya buka bisnis ticketing.
Saya pun membeli tiket dari dia. Selalu.
Padahal, kadang harga tiketnya 5% lebih mahal daripada tempat lainnya.

Nggak masalah, saya beli terus. Karena saya bisa memaklumi. Kan dia baru buka usaha, yah wajar kalau harganya belum kompetitif.

Sekiranya saya dukung terus insya Allah harganya akan kompetitif.

Dan benar, itulah yang terjadi kemudian.

Yakinlah...

Bahagia bukan lagi ketika mendapatkan.
Melainkan ketika membagi-bagikan.

Itulah sejatinya mental kaya.

Kalaupun mau minta-minta, cukup kepada Sang Pencipta saja.

Ke
makhluk,
mah jangan.
Apalagi ke tuyul,

hehehe.

Mungkin saat ini anda terpikir untuk men-share tulisan ini.

Yah silakan saja.

Kalau  minta sama suami? Hehehe. Apabila dulu anda sudah meminta sama Allah untuk diberikan suami yang soleh, insya Allah suami yang soleh sudah memberikan sebelum istrinya meminta.

Saya,
Ippho Santosa,
turut mendoakan agar kita semua memiliki mental kaya.

Aamiin.
Juga kaya beneran.

Aamiin.
Insya Allah bisa,
ketika masing-masing kita sudah pantas.

www.msfirmansyah.blogspot.com
www.baitulquran-magetan.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan