Kenyamanan

WHAT DO YOU LET GO?

KENYAMANAN APA YANG ANDA TINGGALKAN?

Namanya Siska, dia adalah contoh sesorang yang berani meninggalkan zona nyaman.
Lahir sebagai anak tunggal dari sebuah keluarga yang cukup kaya, Siska mendapatkan semua kenyamanan di rumahnya. Bahkan orang tuanya cenderung over protective.
Dan Siska menikmati semua kenyamanan itu, dan dia pun bekerja keras, sampai akhirnya diterima di sebuah jurusan favorit di UGM.
Nah setelah lulus S-1 nya itulah dia mendapat beasiswa untuk Master program di Taiwan.

Orang tuanya sangat tidak mendukung, maklum, anak tunggal, cewek pula.
Sisca pun sempat ragu ragu, karena dia sudah terbiasa dimanja orang tuanya, disediakan pembantu, mobil dan sopir. Di Taiwan dia harus menyesuaikan diri dengan budaya di sana, kuliah dan belajar dengan orang yang tidak dia kenal, yang tentunya jauh berbeda dengan orang orang Yogya yang kalem.
Dan lebih parah lagi, dia harus mengerjakan semuanya sendiri, tanpa orang tua, tanpa pembantu, tanpa mobil pribadi, tanpa sopir.
Pada saat Sisca sedang ragu-ragu (dua tahun yang lalu) Sisca mengikuti sebuah seminar tentang "Be the pilot of your career" di mana saya menjadi pembicaranya.
Sisca pun memberanikan diri untuk menghadap ke saya untuk menanyakan keputusan yang harus diambilnya.

Saya menjawab singkat,"Take the opportunity Sisca!"
Saya mengingatkan Sisca bahwa ada dua kata yang tidak pernah akan bisa berjalan bareng.
Nyaman dan maju.
Kalau mau nyaman, Sisca harus bersiap siap bahwa kehidupannya tidak akan pernah maju.
Kalau mau maju, Sisca juga harus bersiap siap untuk menjalani kehidupan yang tidak nyaman.

Nah , pada saat itu Sisca menghadapi dua pilihan ...
1) Tinggal di Yogya => nyaman
2) Pergi ke Taiwan => tidak nyaman

Berarti jelas bahwa kepergian ke Taiwan akan membawa kemajuan bagi Sisca.
Akhirnya Sisca berangkat ke Taiwan, meninggalkan papa mamanya, rumahnya yang nyaman, pembantu, mobil dan sopir pribadinya.

Pada saat dia pertama sampai di Taipei, dia pun tinggal di asrama bersama teman temannya.
Sisca hampir menangis mendapati tempat tinggalnya (yang mungkin cukup ok, tapi tentunya jauh di bawah apa yang dia punyai di Yogya).
Sisca harus mengerjakan semuanya sendiri, dan naik transport public ke universitasnya (sesuatu yang tidak pernah dia lakukan di Yogya).
Sisca mengirimkan WA message ke saya dengan nomor lokalnya di Taipei "Pak Pam, I almost cried. It is very very bad. I knew it is going to be worse that my home. But I did not know that it is going to be this bad. Did I make the wrong decision Pak?"

Saya menjawab,"You made the right decision. You are testing your own ability to adapt with the change. Remember, if you want to progress , it is  not going to be comfortable!
Semakin tidak  nyaman, semakin banyak kemajuan yang akan kamu dapatkan!"

Sisca terus menerus bertahan dengan suasana di sana, struggling dan fighting sendirian.

Dan dua tahun kemudian, minggu lalu, Sisca menghadap saya di kantor saya di daerah Rasuna Said ....
Saya tidak mengenali Sisca yang dulu lagi, Sisca sekarang  berambut panjang, kelihatan lebih cerdas, lebih percaya diri dan lebih cantik!

She made it!
Sisca  berhasil menyelesaikan kuliah S-2 nya di Taiwan, setelah melalui perjuangan yang berat (kuliahnya berat, penyesuaian dirinya lebih berat lagi).
Sisca pulang ke Indonesia tiga minggu yang lalu, dan sekarang Sisca menerima tawaran pekerjaan dari 5 perusahaan ternama di Indonesia. Lima ! Bukan satu atau dua, lima!
Tentu saja perusahaan perusahaan itu bukan hanya melihat ijasah Sisca, tetapi juga melihat karakter dan kepribadian Sisca yang begitu kuat dan mampu bertahan dengan perubahan (cuaca, budaya, lingkungan ... dll).
Well done! Congratulations Sisca!

Usaha keras, perjuangan, struggling, airmata Sisca berbuah nyata, sekarang Sisca mendapat lima tawaran pekerjaan yang bagus, sementara teman temannya susah mendapatkan pekerjaan.

Apa yang membuat Sisca berhasil?
Keberanian Sisca untuk melepaskan semua kenyamanan yang dia punya.
The courage to let go the comfortable situation that she had ...

Padahal banyak di antara kita yang ....
- takut pindah rumah dan terus tinggal di rumah orang tua bahkan setelah menikah
- mengerjakan pekerjaan yang sama di perusahaan yang sama selama belasan tahun
- takut bekerja di luar negeri karena di sana tidak ada pembantu dan sopir
- takut bekerja ke India atau Afrika karena merasa tidak nyaman di sana

Dan mereka itu kadang complain karena mereka tidak maju maju dalam kehidupannya ? Helloooo!

Yang membuat Sisca berani mengambil keputusan itu adalah pada saat saya menceritakan ke Sisca bahwa saya ....
- berani kuliah sendirian ke Perancis padahal selama 18 tahun selalu tinggal di Magetan
- berani pindah ke Beijing padahal kami sekeluarga tidak bisa bahasa Mandarin
- berani meninggalkan Nokia (pada saat mereka masih berjaya) setelah belasan tahun saya meniti karier di sana.

Seperti halnya Sisca, pada tahap awal perubahan selalu susah, because we  need to let go our comfort!

Tetapi ternyata semua itu akhirnya membawa kemajuan.

I let go my comfort.
Sisca let go her comfort.
Sisca berani melepaskan kenyamanannya.

My question to you....
What do you let go?
Kenyamanan apa yang anda tinggalkan (untuk kemajuan anda di masa depan)?
Think about it !!!

Jadi bagaimana dong?
Pikirkan menurut 5 perspective di bawah ini ...

1. Let Go Your Comfort Zone

Pada saat semua mulai terasa mudah dan nyaman, mulailah meninggalkan zona  nyaman itu dan pergilah menuju "learning zone", zona belajar!

2. Get comfortable with "uncomfortable"
situation

Bersiap siaplah bahwa learning zone itu akan tidak nyaman.
Anda akan menderita.
Anda akan menangis dan ingin kembali ke zona nyaman.
Jangan!
Keukeuhlah. Tegarlah.
Nikmati ketidaknyamanan itu.

3. Build strong resiliance and your ability to adapt with change

Teslah , asahlah, latihlah kemampuan anda untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.
Hanya yang mampu  bertahan dengan perubahan yang akan sukses di masa depan.
Explore. Experiment.
Cari cara untuk menikmati zona tidak nyaman.
Usahakan untuk menyesuaikan diri.

4. Learn as much as you can while you are in the uncomfortable situation

Belajarlah sebanyak banyaknya.
Selain kemampuan bertahan dengan perubahan (karakter), anda tetap masih membutuhkan technical skills (competence) anda untuk perform di pekerjaan anda.
Remember, you need both characters and competences.
Asahlah, latihlah diri anda dalam kedua hal tersebut.

5. Use your learning for your advantage and enjoy your victory, but don't stay too long in your comfort zone

Setelah anda mengembangkan characters dan competence anda, believe me, kedua hal itu akan sangat menguntungkan dan membawa dampak positive bagi karier (dan promosi anda).
Enjoy the victory ...
But dont stay too long in your comfort zone.
Siklus ketidaknyamanan berikutnya sudah menanti anda ....

Jadi ingat ya ... you  need to let go your comfort ...

1. Let Go Your Comfort Zone
2. Get comfortable with "uncomfortable"
situation
3. Build your strong resiliance and ability to cope with the change
4. Learn as much as you can while you are in the uncomfortable situation
5. Use your learning for your advantage and enjoy your victory, but dont stay too long in this comfort zone

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan